Juni 13, 2013

Derawan Part 03 - Thats whats friends are for..

pagi-pagi gue dan tika udah pamit untuk jalan ke derawan. dari berau kami tinggal naik taksi menuju tanjung batu, untuk kemudian lanjut menggunakan boat. susah-susah gampang mencari taksi menuju tanjung batu, karena kami tidak naik dari terminal melainkan dari perempatan tak jauh dari rumah saudara tika. awalnya gue dan tika mencoba berhitchike, tapi eyaoloohhh.. untuk jadi hitchiker itu emang gak mudah, kita berdua gak pede. jadilah hitchiker yang malu0malu kucing, dan alhasil gak ada mobil yang berenti. sampai akhirnya gue melambai pada sebuah avanza yang menurut gue kemungikinan adalah taksi (siapa suruh angkot sama mobil pribadi gak ada bedanya). mobil tersebut gak berhenti, tapi ternyata berbalik lagi beberapa menit kemudian untuk menanyakan kemana kami akan pergi. dan benar ternyata mobil tersebut adalah taksi, dengan membayar Rp50.000/orang kami berangkat menuju tanjung batu. perjalanan menuju tanjung batu tidak kalah serunya dengan perjalanan menuju ketanjung selor, bahkan bisa dibilang lebih berkelok-kelok. matahari pagi yang cerah mengiringi dua jam perjalanan kami menuju tanjung batu tempat kami bisa naik boat menuju derawan. setelah ngobrol-ngobrol dengan pak Obang, sang supir, akhirnya iya menyarankan untuk menggunakan speed temannya yang juga beroperasi tanjung batu - derawan sehingga dapat mengantarkan kami menyebrang ke derawan hanyan dengan membayar Rp50.000/orang. lama perjalanan antara tanjung batu derawan adalah 30 menit. sesampainya menginjakkan kaki derawan kami mencari penginapan.
 
 she tryin to be a hitchhiker, but she not brave enough to doin that.. hahaha

karena budget yang pas-pasan dan kebandelan gue yang gak mengambil uang ketika ditarakan, alhasil kami mencari penginapan semurah mungkin.
sang pengemudi boat yang saya lupa namanya siapa mengantarkan kami ke penginapan pak ilham dengan harga Rp100.000/malam/kamar dengan fasilitas kipas angin dan kamar mandi di luar. jarak penginapan pak ilham memang tidak dipinggir pantai, melainkan berada ditengah-tengah, mungkin ini alasan mengapa penginapan pak ilham lebih murah dibandingkan yang lainnya. Harga penginapan di Derawan sendiri sangat bervariatif mulai dari 100ribu samapi dengan 700ribu, dengan fasilitas yang berbeda-beda. sampai dipenginapan,
 
 suasana pelabuhan tanjung batu, the latest step to close with derawan..

 
 
the gate of derawan island.. syalala wohoo..
 
oh well udara pantai derawan ini sangat amat menggoda untuk dicicipi tapi kami takberdaya bersaing dengan sengatan matahari siang ini, alhasil kami tertidur dikamar samapi sore hari. sore-sore kami sudah ganti baju siap-siap mau cari spot buat snorkling. gak usah heran, karena cukup berenang gak jauh dari pantai kita udah bisa snorkling dengan pemandangan karang yang bagus dan bertemu penyu hijau yang lucu dan unyu. sayangnya sore hari itu hujan, jadi kami cukup puas main-main air di pinggiran pantai didekat penginapan BMI. salah satu penginapan yang cantik di derawan. konon katanya denada dan nadine menginap disini lho. #teruskenapa? harga penginapan di BMI termasuk mahal, tapi hal ini sesuai dengan fasilitas dan view yang mereka tawarkan.
 

wisma BMI, slah satu penginapan tercantik di derawan..

ada kejadian lucu ketika sedang bermain disekitar bmi dan menepi menunggu hujan reda. ketika itu saya dan tika yang lagi duduk sambil nunggu hujan reda, mau kemana juga bingung secara hujan. kalo nerobos hujan basah kuyup selain baju basah khawatir malah sakit. alhasil kita nunggu di pendopo yang ada tak jauh dari bmi. pendopo itu merupakan tempat untuk para warga berkumpul jika ada acara. ya bisa dibilang semacam pendopo alun-alun warga gitu. lagi asik ngobrol-ngobrol nunggu hujan reda dan potret-potret pemandangan yang ada, tiba-tiba saya dihampiri oleh seorang perempuan yang menagajak kami untuk masuk menunggu kedalam pendopo tersebut, memang waktu itu kami berada dipinggir pendopo tersebut, tapi tetap tidak terkena air hujan. karena gak enak saya memutuskan masuk kedalam. didalam ada seorang laki-laki juga, yang sepertinya dia adalah pacar siperempuan yang tadi mengajak saya. dimeja tempat pria dan wanita itu berada terdapat minuman keras yang baunya sangat menyengat. saya ilfeel bgt liatnya, dan udh punya hawa-hawa gak enak nih. pria tersebut mengajak saya dan tika mengobrol, awalnya saya dengan senang hati menanggapi tapi lama-kelamaan apa yang dia sampaikan sangat tidak masuk akal. dia bilang pada kami, bahwa kami salah datang ditanggal dan bulan ini, karena cuaca diderawan yang berbeda dengan yang ada di pulau jawa. jika di pulau jawa merupakan peralihan masuk kemusim kemarau maka di derawan merupakan musim hujan. ia jg bertanya kenapa kami bergitu mempercayai informasi dari internet.
"jadi mba lebih percaya gogle sma yutub gitu? emang gimana itu ngomongnya mba informasinya? memang yang nulis tuh asli orang derawan atau bukan? mba tuh harusnya cari tau, tanya orang derawannya langsung"
"yah kita sih kumpulin informasi aja mas dari internet, dan kebetulan kita juga dapet tanggal kosong buat liburannya ya minggu ini"
"iya mba, mba tuh salah. tanya sama orang derawannya. mba pikir pasti saya bohong ya, saya ngomong gini karena pengaruh minuman ya? enggak mba. terus mba nih abis ini mau kemana?' "mau muter-muter sini aja mas dulu, mau liat-liat"
"gak ada mba, gak bisa, gak ada yang bisa diliat-liat. gak ada jalan kalau kesana tuh gak bisa, percaya sama saya mba, saya nih putra daerah" berulang-ulang dia mengatakan kalau gue sama tika salah. salah datang diwaktu dan cuaca yang gak tepat. salah mau jalan keliling kampung karena gak ada yang bisa diliat. salah snorkling gini hari. pokoknya salah tapi dia gak ngasih solusi gimana sebaiknya gue dan tika bertindak. pokoknya ini orang bener-bener ngeselin, gue sampe bisikin tika "udeh iyain aja, bmkg sama dia juga pinteran bmkg". jadi menurut dia gue sama tika mesti gimana? mesti jalan dulu ke derawan kenalan sama putra daerah terus tanya kapan waktu terbaik datang, terus pulang lagi, terus datang lagi diwaktu yang telah putra daerah tentukan gitu? HELL NO! gue sama tika selalu memberi peluang untuk berkomunikasi dengan siapa saja selama perjalanan kami. dan sejujurnya kami senang banget bisa ngobrol dengan locals. tapi locals satu ini, really-really not recomended. bukannya menjelaskan dengan bagaimana biar memancing wisatawan asing dan domestik agar datang kedaerahnya, ini malah mejelekjelekkan. dia juga sempet bercerita menjelek-jelekan iklan kukubima energy yang menggunakan denada dan nadine dalam promosi pulau ini. yeah mungkin aja dia emang lagi mabok makanya ngomongnya ngaco. what do you expect, huh!

hujan reda kami buru-buru kabur dan pindah spot buat main air. snorkling-snorklingan tapi masih dipinggir pantai. selesai main air, kami mencari makan, dan bertemu dengan warung indomie didekat BMI. harga satu porsi indomie plus telor cukup Rp10.000/orang, gartis minum air es. mantap! setelah perut kenyang kami kembali ke penginapan untuk bersih-bersih. untuk beberapa provider sangat sulit mendapatkan sinyal di Derawan. yang paling mudah pastinya telkomsel dan XL. sayangnya hape gue dan tika menggunakan provider indosat, jadilah kami kelimpungan mencari sinyal. selesai bersih-bersih tika ngajakin jalan ke dermaga buat nyari sinyal. sambil duduk duduk menikmati pencarian sinyal yang lumayan membuahkan hasil, tiba-tiba datang seseorang menghampiri kami. dia menanyakan dari mana kami datang dan bagaimana rencana kami kedepan. kami ngobrol-ngobrol dengan pria yang bernama galang ini. dengan jujur kami menceritakan rencana kami di Derawan untuk beberapa hari kedepan, kami memang akan melakukan hoping island ke pulau sangalaki, maratua, dan kakaban. hanya saja dikarenakan sewa speedboat yang mahal, kami masih menunggu mencari kenalan untuk kami ajak sharing cost dalam melakukan hoping island.

Galang sepertinya paham betul keadaan kami karena dia merupakan pemilik speedboat, dan dia tau ada 2 orang bule yang juga baru datang hari ini yang mungkin bisa diajak sharing cost, dan dia bersedia mengantarkan kami ketempat bule tersebut berada agar bisa berkomunikasi mengajak mereka, Galang juga menawari kami speed dengan harga murah. Mas galang mengajak kami ke penginapan pelangi, tempat bule tersebut berada. sampainya dipenginapan pelangi, mas galang mengenalkan kami dengan mas verry yang merupakan pengelola penginapan tersebut, namun karena bule yang dimaksud masih istirahat kami disuruh menunggu. Penginapan Pelangi merupakan salah satu penginapan yang cantik yang ada di derawan dengan range harga midle skeitar 200-300rb. sesuai dengan namanya "miroliz pelangi" penginapan ini didesain berwarnawarni dan berada dipinggir pantai. disini terdapat fasilitas yang paling hits seantero derawan, karena gak ada yang punya kayanya.. yaitu karoke. siapa saja boleh menyanyi sampai jam berapapun free tidak dipungut bayaran alias gratis. sambil menunggu sibule yang dimaksud, mas very mengenalkan kami dengan Mba Amy. Mba Amy sosok yang ramah dan mudah bergaul. dia juga sedang menginap di penginapan ini. Mba Amy yang notabenenya baru kenal dengan gue dan tika, baik sekali mau menawari kami makan bersama dan juga karokean di sana. setelah ngobrol-ngobrol dan edisi karokean, kami tau bahwa mba Amy sudah sering sekali ke Derawan, makanya dia, Galang, dan Verry lebih terlihat akrab seperti teman. setelah dijelaskan maksud gue dan tika untuk mencari sharing cost friend untuk hoping island, ternyata mba Amy bersedia untuk join, malah ternyata si bule itu yang tidak bersedia, karena mereka mau mancing dan gak mau diganggu. maklum couple. ihiy! malam hari itu terang bulan, mba amy mengajak gue , tika dan very untuk mencari penyu yang bertelur, kami berjalan mengelilingi pulau derawan, sambil mengobrol, sayang sekali menurut verry penyu-penyu itu baru saja turun kembali kelaut, terlihat dari jejaknya, lagipula sebenarnya memang sudah terlalu malam untuk melihat penyu, waktu itu sekitar pukul 11.30 malam WITA. setelah lelah berkeliling kami kembali kepenginapan. Mba Amy, menawari kami untuk gabung satu kamar dengan dia, karena dia sendirian. namun karena sudah berjanji dengan pak ilham maka kami memutuskan untuk tetap menginap di penginapan pak ilham. 


 with mba amy and tika di penginapan pelangi