Juni 17, 2013

Derawan Part 04 - life is a beach, i'm just playing on the sand..

Hari Kedua di Derawan, kami masih belum pergi untuk hoping island, masih menunggu bertemu dengan another traveler for sharing cost, lumayan untuk minimalisasi budget. lagipula saya dan tika juga tidak terburu-buru karena kami rencananya masih akan bermalam diderawan untuk 3 hari kedepan. hari ini rencananya kami akan snorkling di sekitar penginapan pelangi, pagi-pagi kita udah siap pergi ke pelangi untuk nyamperin mba amy. tika bawa satu set alat snorklenya, gue juga bawa tapi tidak dengan fin, maklum boleh pinjem sama temen. entah kenapa, gue parnoan sekali untuk turun, mungkin karena kemarin pertama kali ngelihat laut pas lagi ujan, jadi agak-agak spooky gitu (padahal alasan sebenrnya gak bisa berenang). setelah turun kelaut dengan menggunakan life jacket (ah i hate this!) entah gue yang bodoh, atau mask gue yang kekecilan, sehingga air laut terus masuk ke hidung, alhasil gue menyewa perlengkapan snorkling di Pelangi. harga perlengkapan snorkling lengkap dapat kamu sewa dengan harga Rp50.000/orang/hari. pemandangan bawah laut disekitar pelangi dan penginapan lainnya dipinggir pantai memang cukup bagus, selain itu kita juga bisa melihat penyu yang kadang-kadang suka lewat tanpa permisi hehehe. kami snorkling sampai siang, setelah itu kembali ke penginapan untuk bersih-bersih. Mba Amy bilang nanti sore dia mau minta very untuk diantarkan ke pulau pasir, untuk hunting ikan. oh ya, lain dengan gue dan tika, mba Amy katanya punya hobi baru, dia skrg kalau berkunjung kederawan bukan lagi untuk snorkling atau diving, melainkan untuk menembak atau menombak. ya, sejenis memancing ikan, tapi menggunakan lat yang harus kita tembakkan ke ikan tersebut dan berenang terlebih dahulu mengejar ikan buruan tersebut.
 snorkling time

 penyu hijau deket penginapan pelangi




setelah bersih-bersih gue dan tika jalan buat nyari makan siang, bertemulah kami dengan bakso. harga satu porsi bakso adalah Rp10.000, harga ini mahal menurut gue, karena porsinya yang sedikit dan rasanya kurang begitu enak. coba bayangkan kalau dijakarta sepuluhribu sudah dapet bakso enak.hehehe, tapi makan siang hari itu cukup menutup perut kami yang sudah meraung-raung minta diisi. kembali ke penginapan gue dan tika memutuskan untuk beristirahat alias tidur siang, lagipula apa yang bisa dilakukan disiang hari yang terik ini. baru keluar cari baso saja, kulit kita belang bokkkk.. kalah deh snorkling setengah hari.. jam 4 sore, kami dibangunkan oleh suara ketukan dipintu kamar, ternyata very datang menjemput kami, dia menanyakan apakah kami jadi ikut ke pulau pasir bersama dengan mba amy dan galang. tanpa pikir panjang, karena gratis juga gitu kami langsung siap-siap join, padahal nyawa aja belom ngumpul.


 suasana derawan yang puanass banget tapi ngangenin

pulau pasir sebenarnya bukan pulau. itu hanya gundukan pasir yang ada ditengah laut tak jauh dari pulau derawan. disekitar derawan sebenarnya ada beberapa pulau pasir, tapi kami memilih yang tidak begitu jauh dari BMI, naik speedboat 10 menit sudah sampai. pulau pasir yang kami datangi kurang lebih berukuran diameter 5 meter, mungkin kalu pasang, pulau ini tidak ada. airnya yang sangat jernih, membuat kami seru bermain air, snorkling dan mengakap ikan very berhasil menangkap 4 ikan dan mba amy menangkap 1 ikan, rencananya ikan-ikan ini nanti kan kami bakar bersama-sama. kami puas berfoto-foto sampai sunset datang.

malam hari, gue dan tika kembali lagi ke pelangi. mba Amy  terus menawarkan untuk gabung satu kamar dengannya di pelangi, sebenarnya gue dan tika juga mau, hanya saja setelah dihitung-hitung jika sharing cost kamar dipelangi dengan ilham sebenarnya tetap jauh lebih mahal.tapi akan menguntungkan buat gue dan tika kalau penawaran itu bersifat free alias gratis (huu.. gak mau rugi), yaaa karena uang cash kita yang minim makanya gue dan tika menjadi amat sangat hitungan, belum lagi kami harus mengeluarkan sahring cost untuk hoping island. karena mba Amy tulus sekali menawarkan, gue dan tika akhirnya memutuskan untuk bicara keadaan yang sebenarnya, dan mba Amy langsung bilang kalau semuanya gratis, karena menurutnya ada atau gak ada gue dan tika, dia tetap harus membayar uang untuk penginapan kamar tersebut, bahkan gak tanggung2 mba amy jugabilang urusan makan jugadia yang tanggung. OH meeennn... this is what we call "rejeki anak soleh". yeah u dont know what a surprise waiting for ya in every step your way when your traveling. selanjutnya gue dan tika langsung kembali ke ilham untuk mengurus kepindahan, karena sudah lewat dari jam 6 sore, maka gue dan tika membayar untuk 2 malam dan mengatakan permohonan maaf kami kepada pak ilham karena tidak jadi menginap untuk 4 hari sperti yang kami rencanakan sebelumnya karena harus menemani teman kami. Pak ilham awalnya melarang kami untuk pindah, karena dia khawatir kami pindah untuk menemani teman kami yang pria ( yang ia maksud adalah very, karena very sempat dtg menjemput ke penginapan sebelumnya). Pak ilham menasehati kami layaknnya anaknya sendiri, bahkan dia rela kami gak bayar asal mau stay disitu kalau memang niat kami adalah mendekati teman pria kami. haduhhhh pakkk pakk..
gaya dulu, depan penginapan..
setelah pindah ke pelangi, kami berlima (galang, very, gue , mba amy dan tika) berencana pergi ke tempat Tasik dive resort, karena malam sebelumnya si abang pengurus resort tersebut mengundang kami untuk main-main melihat penginapan mereka. Tasik Dive merupakan tempat penginapan yang memfasilitasi tamunya untuk diving. sejauh saya lihat hanya tasik dive yang memfasilitasi wisatawan yang berkeinginan untuk diving diderrawan. mungkin di pulau maratua ada, tapi saya juga kurang tau mengenai informasi itu. Tasik dive bukan berasal dari tasik ya.. menurut mba amy, tasik adalah bahasa menado, tapi dia juga lupa artinya apa (mungkina ada orang menado yang tau?) Tasik dive derawan merupakan salah satu cabang dari diving yang ada dibunaken. penginapan disini memiliki interior yang sangat manis meskipun ruangannya tidak terlalu besar. desainnya dibuat benar-benar kembali ke alam dan sangat tradisional, sangat hening sekali suasananya. sejauh ini Tasik dive adalah pengianapan favorit saya. sayangnya, Tasik dive tidak tersedia untuk wisatawan domestik melaikan hanya untuk wisatawan internasional. biaya penginapannya permalam Rp550.000/kamar semua jenis kamar disini sama. karena untuk wisatawan mancanegara, makanya tasik dive ini bisa melakukan pembayaran melalui debit atau kartu kredit dan juga menggunakan dollar. cara reservasi mereka juga lebih modern, bisa online langsung ke websitenya. si abang pengurus penginapan ini baik sekali mau mengajak kami melihat-lihat kondisi tasik dive dan memberikan kami minum dan coklat sambil bersantai-santai di sekitar tasik dive. (if u want to know more about tasik dive, just google it!)


balik dari tasik, kami kembali ke penginapan pelangi. rasa lapar mengarungi perut. Mba Amy dan very punya ide untuk mengambil makanan yang masih tersisa dari makan malam penginapan. sabotase dapur ini, langsung dilahap oleh kami berempat,karena galang sudah pulang.`sayur ikan dan sambelnya enak sekali dimakan diperut yang kosong dan angin yang sepoi-sepoi dibawah sinar purnama rembulan.. ceilahh...

tika dan mba amy yang puas ngerampok makanan.. :P