Juni 17, 2013

Derawan Part 05 - Hoping Island, Let's hope for new experience..

karena kami tak kunjung mendapatkan teman untuk diajak sharing cost hoping island, akhirnya hanya kami bertiga  yang sharing cost. setelah deal dengan galang untuk Rp800.000 untuk 1 hari hoping island dengan 3 pulau, akhirnya pada hari sabtu kami bersiap siap untuk hoping island ke maratua, kakaban dan sangalaki. kami berangkat berbarengan dengan speed boat yang mengangkut salah satu rombongan yang menginap di pelangi.

gegayaan on the boat sebelum dan pas di maratua island

Pulau pertama yang kami datangi adalah Pulau Maratua. Maratua merpakan salah satu pulau yang cantik yang ada di sekitar derawan dan disana terdapat resort mahal yang cantik sekali. ketika speedboat kami sandar disana ternyata jika ingin naik keresort tersebut setiap orang wajib membayar Rp30.000. banyak wisatawan yang berenang dan main air disekitar resort tersebut karena airnya yang bening dan berwarna toska, indah sekali. tapi kami memutuskan iuntuk tidak naik ke resort, kami memutuskan untuk turun dimaratua island pada sisi yang lain. kami turun untuk snorkling banyak sekali ikan kecil-kecil yang ngumpet dibalik karang-karang. setelah puas bersnorkling, kami beristirahat dipantai, pantai maratua indah sekali banyak pohon kelapa disekitarnya. kami diambilkan kelapa muda langsung dari pohonnya, air kelapanya terasa segar dan daging buahnya enak sekaleeeeeee. very membantu membukakan kelapa tersebut tanpa bantuan alat pemotong sama sekali. awalnya sempet bingung bagaimana makan daging buangnya, gak ada sendok buat mengoreknya. tapi Very mematahkan sedikit sisi pinggir daging buahkelapa, dan tadaaaa.. sisi itu bisa dijadikan sendok buat mencongkel isi kelapanya. tiba-tiba kebayang, oh gini kali ya cara makan orang jaman purba dulu, btw kuat bgt si very.hahaha. buat gue yang gak doyan-doyan amat sama kelapa, ini adalah kelapa terenak yang pernah gue minum. inilah untungnya pergi bersama galang dan very yang notabenenya adalah locals people dan kami dianggapnya seperti teman mereka sendiri. padahal pada saat itu, speed yang mengangkut rombongan juga sama-sama kepantai bersama kami, tapi hanya kami yang dapat kelapa lezat itu.

selain kami berllima, dipantai tersebut juga kami habiskan dengan bercanda bersama-sama dengan riki dan supir speedboat rombongan. Riki adalah salah seorang anak kecil yang membatu very mengurus penginapannya. hanya saja riki ikut dalam speedboat lain bersama para tamu rombongan. kami tertawa bersama dan bercanda saling menggoda ketika salah seorang dari kami akan meminum air kelapa. Galang yang memulai,
dia  mereriakkan AAAAkkkk seperti burung gagak ketika mba amy akan minum. alhasil mba amy tersedak air kelapa sampai tumpah-tumpah. kami menertawakanya dan semua senangggg..

coconut experience! yeah!

Setelah dari pulau maratua, kami langsung menuju ke pulau kakaban. inilah dia yang saya paling tunggu-tunggu, pulau yang menampung ribuan ubur-ubur tidak menyengat yang hanya ada dua didunia dan salah satunya ada di Indonesia. Come one, mennnn... cuman ada dua didunia, dan salah satunya diindonesia, tapi lo masih belom tertarik untuk pergi kesana. u have to think about it twice! bentuk pulau kakaban cenderung unik. thats why kenapa gak ada penduduk yang tinggal disitu, ya karena pulau itu berebntuk tebing-tebing yang dikelilingi karang dan sebagian besar isinya hutan. entah memang kondisi saat saya datang yang sedang surut atau memang selalu seperti itu, dipinggie kakaban terdapat banyak karang-karang. dan for your information, dear friends.. karang-karang dipinggir ini tajem banget.errrr...disinilah tragedi dimulai..ceilah.. hmm FYI lagi, gue adalah seorang yang mabok laut. OMG, its should be my secret until you know when ur being my travelmate.  dan ketika menuju kakabanlah mabok laut ini dimulai, sungguh ini amat sangat tidak keren. sungguh saya tidak akan muntah kalo speed selalu melaju, saya hanya akan muntah kalo speednya sedang berlabuh. asli, perut rasanya dikocok-kocok. ditambah siang hari itu saya belum makan dari pagi, dan saya mencicipi sedikit redoxon milik tika. aneh ya, redoxon harunya penambah stamina, tapi lain hal kalo diperut saya, yang gak bisa jenis asem2 seperti ini dan banyak mengandung gas, karena adanya penyakit asamlambung saya. jadilah saya yang keliyengan turun dari boat takberdaya. turun, berenang sedikit, terus harus melewati karang.
oh iya, another important information for you guys, please always use a hiking sandals, sendal gunung, atau something like that lah, crocs juga boleh. karena apa, karang yang tajem, ditambah kita harus berjalan dengan sedikit ombak-ombak kecil walau air sematakaki, tetap akan membuat kondisi keseimbanganmu memburuk, apalagi dikeadaan yang gak fit kaya gue pada saat itu. karena kemungkinannya, lo akan kepleset sedikit, tapi sedikit juga kena karang tajem, terus lo kaget kepleset lagi, terus kena karang lagi, makin sakit kaya ditusuk-tusuk kalo lo juga gak pake sendal yang bener. Poor me! gue pake sendal jepit yang aduduh tipisnya, jadinya jatoh aja gitu kekarang, dan besot roboke kaki tangan dimana-mana. lebayy ya.. iya banget. sampe tika dan mba amy ngeliat gue geleng-geleng kepala. pasalnya gue sampe dibantuin sama orang dan dipinjemin sendalnya. kalo kata tika, kayak nenek-nenek. hahaha. yes indeed, actually i do feel the same like that at those moment. :P
kakaban island

the spooky kakaban dan stingless jellyfish..

oh tunggu dulu saudara-saudara, jangan anggep penderitaan berakhir sampai disitu ya. terbebas dari karang, kita harus manjat jembatan kayu. kenapa manjat, ya karena gak ada tangganya. HOP HOP! jempatan kayu ini sama seperti jembatan yanga da didermaga-dermaga atau pinggur pantai lainnya. jaraknya lumayan panjang samapai ke bacaan "selamat datang di pulau wisata kakaban" setelah melewati tulisan tersebut, penderitaan juga belum berakhir kawan. karena jembatan kayu tersebut belum berakhir. kalian harus terus menyusurinya naik keatas, iya naik keatas ya berarti udah bukan jembatan lagi namanya tapi tangga, hehehe. selama menyusuri jembatan dan tangga itu kanan kirinya adalah hutan. lumayan menguras tenaga, tapi hitung-hitung pemanasan sebelum kamu snorkling lagi bersama ubur-ubur cantik yang ada didanau kakaban.  setelah melewati jalan yang panjang dan berlikaliku, dibalik pepohonan yang rindang terlihat sebuah danau cantik yang dikelilingi pohon-pohon hijau. itulah kenapa saya menyarankan untuk menggunakan sandal treking atau gunung, karena memang jalurnya yang lumayan ekstreem terutama wanita. untuk dapat masuk kekakaban kalian harus membayar Rp10.000/orang dan tidak diperkenankan menggunakan fins. mungkin, kasian takut ubur-uburnya kedepak fins.hehe.

setelah memakai perlengkapan snorklingsaya gak sabar ketemu dengan bintang utama perjalanan ini, salah satu alasan yang membuat saya berada disini, dibelahan lain indonesia. OH HOW PROUD I AM TO BE INDONESIAN. ketika nyebur, langsung saja kaki saya mulai geli-geli karena menyentuh banyak ubur-ubur. mereka cantik-cantik dan lucu, benar-benar menggemaskan. ketika saya pegang, mereka bener-bener mirip dengan jelly yang selama ini kita makan, mirip banget sama nutrijel rasa stawberry yang kebanyakan air jadi warnanya gak terlalu ngepink. saya geumesss pengen ngegigit mereka. hehe. tapi saya urungkan niat saya, karena pasti itu akan mengancam populasi mereka, lagian belum tau juga kan si stingless jellyfish ini bener-bener stinglesskalo dijilat.. ahahahaha. please ignore my crazieh ideaaa.. puas foto-foto saya melipir kepinggir, karena masih mual mabok laut..hiks. saya melihat-lihat banyak wisatawan yang memenang ubur-ubur sampai mengangkatnya keluar dari danau. oh, bener-bener ngenes deh liatnya, saya sendiri gak tau, si ubur-ubur itu sanggup tahan napas berapa lama kalo diangkat begitu kepermukaan, kasian dan gak tega liatnya. lebih-lebih karena populasi mereka gak banyak didunia. saya sampai terpikir gak yakin jika lima tahun lagi balik kesana, apakah disekitar pinggir danau masih dapat melihat ubur-ubur jika perlakuan setiap wisatawan sperti itu. please respect with your own heritage, just see and dancing with those jellyfish. karena sesungguhnya, keberadaan kita saja sudah cukup mengganggu mereka. berdasarkan poster  yang ada di penginapan ilham, seharusnya kita lebih dulu berenang didanau sebelum berenang di laut, hal ini dikarenakan partikel-partikel yang menjadi pesaing di habitat ubur-ubur akan menempel dan terbawa oleh pakaian yang kita gunakan ketika berenang dilaut. namun sepertinya, tidak banyak penduduk atau guide yang mengetahui hal ini, padahal poster ini terpampang jelas di salah satu penginapan, dan pasti juga ada dipenginapan lainnya.


berikut beberapa penjelasan mengenai pesona keindahan dibalik cincin alam (the natural atoll) pulau kakaban, yang gue ambil berdasarkan poster yang menempel disekitar kakaban.
  • empat spesies ubur-ubur tanpa sengat yang terdapat didanau kakabn antara lain Mastigias papua, Aurella aurito, Cassiopeia ornata, dan Tripedalia cyctophora.
  • ubur-ubur telah berevolusi menjadi tapa sengat sehingga menjadi daya tarik para wisatawan untuk menyentuhnya.
  • danau air asin seluas  kurang lebih 390 ha merupakan air laut yang tertampung akibat atol yang terangkat.
  • Pulau kakaban dengan luas kurang lebih 5 km2, berasal dari atol yang terangkat dalam proses jutaan tahun, terlihat laksana kolam kecil diantara lautan yang mengelilingi.
  • spons dan anemon yang telah berevolusi akibat terperangkap didalam danau selama jutaan tahun.

oke, harus gue akui stamina gue sangat payah dalam trip ini. kepuyengan dalam kepala gue masih belom berakhir, gue bener-bener muntah dikakaban ini. oh, well tp muntahnya belom puas, alias masih to be continue.. yakss... selesai dari kakaban kita cabut ke sisi lain kakaban, dimana sebelumnya si Very kita turunin disana buat nombak ikan. sambil nunggu very selesai nombak gue, tika dan mba amy nyebur lagi. gue dan tika snorkling sedangkan mba amy nombak. snorkling disini gak kalah kece, justru ikannya lebih berwarna-warni dan karang-karang besarnya bagus-bagus.

puas snorkling, kita lanjut lagi ke pulau sangalaki. dipulau sangalaki harapannya kita bisa ketemu manta. do you know manta? go google it! karena gue gak tau banyak informasi mengenai manta. manta merupakan salah satu jenis ikan yang berbertuk seperti pari, dengan bentuk mulut yang seperti terbuka, dan ujung-ujung mulutnya menekuk kebawah. manta banyak ditemukan di perairan pulau sangalaki ini. Manta juga merupakan salah satu jenis ikan yang langka, makanya kalau beruntung kamu bisa ketemu manta disini. untuk ketemu manta, kamu gak perlu jauh-jauh berenang atau menyelam sampai ketengah laut, karena manta itu fleksibel, alias dia sering juga ditemukan tidak jauh dari bibir pantai. ukuran manta yang sering ditemukan di pulau ini besar (eh atau manta itu emang selalu berukuran besar ya?). menurut penjelasan Galang, lebat manta bahkan lebih besar dari boat, dan sanggup membalikkan boat yang hanya berisi 4 orang..err kebayang kann..tapi manta ini gak galak lho.. katanyaa.. tapi ya mendengar cerita ini, malah bikin kita antara excited dan ngeri sih kalo ketemu si mas manta..hehehe.

seperti biasa, gue dan tika snorkling, mba amy dan very nombak. ah tapi sayang disayang, baru sebentar gue snorkling, mulai pusing lagi. alhasil gue balik keperahu dan kemudian tertidur (sebenernya penjelasannya gak sesingkat ini, tapi.. you know what happen in there its my secret. and my secret will be save in tika's memory.hahahaha). sepertinya gue gak tidur, lebih tepatnya pingsan, karena bener2 pules dan gak denger apa-apa. 

sangalaki resort


setelah puas snorklin, kita melipir masuk ke pulau sangalaki. di pulau sangalaki merupakan tempat untuk konservasi penyu hijau. very sempat bekerja disini selama kurang lebih 2 tahun, menurut dia ada beberapa instansi yang bekerjasama dalam project ini antara lain WWF dan kehati.
tahukah kamu, kalau setiap penyu diberi tanda negaranya disebelah kanannya. jadi penyu-penyu yang menetas dari tukik-tukik yang ada di pulau sangalaki atau derawan ini akan diberi lambang untuk negara indonesia, menenai bentuknya seperti apa saya juga belum pernah melihatnya. hal itu dilakukan agar kita tau dari mana penyu itu berasal dan telah kemana saja penyu itu melanglang buana serta untuk mengetahui data tahunan berapa banyak penyu yang naik untuk beretelur, jadi apabila penyu tersebut masuk atau naik ke suatu pulau otomatis akan ditandai negara pulau tersebut. berdasarkan cerita very, dari 100 telur tidak seluruhnya menetas, mungkin hanya 70%nya menetas menjadi tukik. setelah itu dari 70% tukik tersebut hanya beberapa saja yang akan bertahan menjadi penyu. faktornya banyak bisa di makan oleh prdator lain seperti elang atau ikan besar, bisa juga karena pengaruh lingkungan dan ulah manusia. berdasarkan yang saya baca, limbah plastik juga salah satu penyebab tukik atau penyu-penyu tersebut tidak mampu bertahan hidup. namuan penyu-penyu yang mampu bertahan hidup umurnya juga panjang, bisa belasan hingga puluhan tahun. ketika very menceritakan ini, saya langsung jatuh cinta dengan filosofi penyu. ya, penyu merupakan seorang single fighter yang mampu bertahan setelah beberapa tahap-tahap yang amat sulit. hmmm.. what a good point, rite?

kerena very dan galang kenal beberapa orang yang ada dipulau ini, mereka meminta kelapa yang sudah diambilkan dari pohon kelapa yang ada di sangalaki, dan kita minum air kelapa lagi. tapi menurut saya rasanya masih kurang enak dibanding yang ada di maratua, bahkan daging buahnya juga keras. pasti karena bukanya pakai golok gak manual. hahaha gak ngaruh kali penk, emang kelapanya aja tua :p sayangnya karena belum malam, maka kita gak bisa liat telur-telur penyu atau tukik-tukik yang mau menetas. so, kalau kamu punya waktu lebih, coba untuk bermalam di sangalaki, bisa menyewa salah satu penginapan disana atau pasang tenda juga dijinkan, tapi izin dulu ya sama pengurus setempat, atau kamu bisa minta tolong very untuk merencanakannya. sebenarnya very dan galang mengajak kami bermalam disini. hanya saja kami tidak membawa persiapan, seperti baju dan lainnya. secara sudah di air dari pagi, nanti masuk angin kalo gak ganti baju, lagi-lagi alasan kesehatan pasti yang utama. traveling is suppose to be fun and save, isnt it?

puas, main, foto-foto dan  makan kelapa, kami balik untuk kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan istirahat makan malem. kalo umumnya jam 3 atau setengah 4 semua speed sudah balik ke penginapan, lai halnya dengan kami. kami baru balik dari pulau menjelang sunset.

 
Dermaga derawan saat sunset

penginapan pelangi terlihat dari dermaga derawan

ada satu kewajiban yang gue sama tika lakuin ketika ke derawan. hmm.. ide ini sebenernya berasal dari tika sih. jadi gini, berdasarkan informasi tika, derawan itu ibarat naik haji buat backpacker indonesia, ya karena biayanya yang mahal. nah, naik haji ini, gak bisa dibilang naik haji kalo kita belum ketemu sama yang namanya Pak Ading. tika bilang, pak Ading orang baik, setiap yang kesini pasti ketemu sama bapak ini, dan ditolongin. saking seringnya pak ading nolong orang, doi ngetop banget di kalangan backpacker. Tika bilang "NAdine chandrawinata sama Denada aja ketemu dan ngobrol-ngobrol sama pak Ading". oke, setelah itu gue penasaran, Nadine sama Denada aja bisa, masa gue engga. lah gue siapa emang ya?zzz. kemudian gue ikutan tika buat nyari rumahnya pak Ading. untuk nyari rumahnya sih gampang, lima menit cukup. tapi setiap hari selama kita di derawan, kita samperin rumahnya pak Ading, doi gak ada. nah, balik dari snorkling, sekalian ke warung gue sama tika mampir lagi ke rumah pak Ading, karena Bu Ading bilang bapak pulang sore ini. sayang sekali saudara-saudara ketika kita kesana pak Ading tak kunjung datang, yaudahlah kita duduk-duduk aja di teras rumah pak ading sambil ngobrol dengan ibu ading, menceritakan maksud kedatangan kita, kenapa kita setiap hari nyariin dia, tak lain adalah karena penasaran dan pengen menjalin silaturahmi. si Ibu juga bercerita sudah menyampaikan ke pak Ading bahwa kami datang mencari beliau. jadi trip kali ini kami masih umroh itungannya ya.. harus dateng lagi berarti.


balik dari rumah pak ading perut terasa lapar, tapi uang gak banyak, gue sama tika berjalan menuju warung bakso yang pernah kami beli. tapi diperjalanan ada warung yang menjual sate cumi, persis depan penginapan pak ilham tempat kami dulu. just realize. harga Rp1.000/tusuk, karena gak bawa duit banyak, kami beli 4 tusuk. sate cuminya enak! nyeeemmmm... bumbunya bener-bener niat gak kaya sate harga 1000an lainnya yang ada dijakarta. ternyata si Ibu juga berjualan bakso, alhasil kami makan sate dan bakso disana harga baksonya sama Rp10.000/porsi dengan jumlah bakso yang lebih banyak, namun rasanya tidak begitu enak dibandingkan dengan yang sebelumnya, soo..soo lahh..  kami makan bakso dibawah sinar rembulan yang indah, eh yang ini seriusan,, pas nengok ke samping dilangit bulannya lagi fullmoon dan cakep banget. persi bulan yang ada di filmfilm serigala atau vampir.hehehe, saya sampe moto berapa kali demi mendapat gambar bulan itu, namu karena saya amatir jadi ya gak seindah aslinya. hmm.. what do you expect, huh! setelah makan sate cumi, kita balik kepenginapan untuk bersih-bersih. selesai bersih bersih very dan galang sudah nungguin kita buat bakar ikan yang tadi ditembak.

 you have to try this one, deket penginapan ilham letaknya

nice moon, for the latest nite in derawan..