Oktober 18, 2016

Kami (di)paksa mati

Tiba tiba mataku berkaca-kaca
Ketika menunggu busway di bundaran senayan
Semua orang berjubel disatu pintu
Tujuan kami berbeda
Tapi aku tau
Harapan kami semua sama
Segera dapat kursi di dalam benda bergerak nan nyaman yg mengantarkan kami pada tatap mata keluarga dirumah

Miris
Hari ini kami dipaksa mati
Mati oleh budaya
Kami dipaksa tak bersabar
Karena jika bersabar
Gerak kami melambat
Maka jatuh, terdesak atau bahkan mati bisa saja terjadi saat rebutan terjadi

Kami seolah dipaksa untuk segera mendesak yg ada didepan kami
Diam berarti terseret mati
Tak sampai disitu
Didalam benda transportasi itu
Kami pun terpaksa mati
Mati rasa, ketika ada tetua yg lebih membutuhkan sandaran kursi
Kami terpaksa pura pura terlelap
Agar seluruh tulang rusuk yg jd sandaran hidup hari ini beristirahat sejenak dari padatnya gerak
Sehingga senyum mampu sedikit terlihat sampai tetiba dihadapan keluarga

Oh jakarta
Kamu terlalu padat oleh berjuta harap yang dengan cekat terus merayap pada sekat sekat kerja keras
Hingga mungkin
Doa memendam sulit tersemat
Dalam setiap langkah
Yang kadang tak sudi untuk berhenti sejenak

Penkpenk
Jakarta, 18/10/16 - 17.26
Dari atas roda bergerak
After work

Oktober 09, 2016

Kamu Gundah Sahabat ku?

Tuhan
Sahabat ku disana menangis
Hatinya gundah
Atas segala hal yg telah dilewatinya
Atas segala rasa yang sedang dilaluinya

Tuhan
Dari jarak yang kini ada antara aku dan sahabatku disana
Ku mohon rentangkanlah jutaan bahkan milyaran
Rasa bangga ku padanya
Doa terbaik ku untuknya
Dan lunturkanlah seluruh
Rasa pesimisnya
Seluruh rasa bersalahnya
Dan seluruh rasa gundah gulana nya

Sematkanlah kembali senyum, canda dan sehat untuknya
Dan biarkan dia mewarnai dunia dengan caranya

--------
Teruntuk Theo, yang sedang berjuang melawan sakitnya di Lampung.

Oktober 06, 2016

Tinggal

Aku jatuh cinta pada kata 'tinggal'
Karena tunggal atau diberi imbuhan apapun akan selalu membuat/memacu seseorang untuk jd pribadi yang lebih maju.
Lalu sekarang semuanya ada padamu.
Mana yang kau pilih
Meninggalkan? Tertinggal? Ditinggalkan?
Ataukah
Cukup tinggal?

September 24, 2016

Hujan yang hangat

Hujan yang hangat
Ketika wanita renta penuh harap,
Wanita yang melahirkan ku,
Ini ada disamping ku,
Dia yang ku sebut bunda

Hujan yang hangat
Ketika pandangannya melihat ke layar dan lisannya menjelajah sudut pandang hidup yang telah dijalaninya
Ia berbagi kisahnya
Ia menuturkan harapnya
Ia menyampaikan bangganya

Hujan yang hangat
Ketika tiap tetes-tetes gemericiknya terdengar sampai ketelinga ku bersamaan dengan tiap rangkaian kata bait doa dan sarannya untuk ku dalam menghadapi hidup

Hujan yang hangat
Terimakasih telah hadir
Untuk menghalang langkahku keluar
Terimakasih telah hadir
Hingga aku mampu paham
Ada harap dan tangis yg ia pendam
Terima kasih telah hadir
Hingga kami mampu menikmati waktu
Berbagi sudut pandang yang terpendam
Dalam sekat sekat detik perjuangan

September 13, 2016

My Reborn

this is when melody and the voice being up to the stage..

me and @sabtian_kamil being MC for Gatherin, Ministry of Village, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration of Republic of Indonesia in Lembang Asri Resort, Bandung

 my second performance with jamzsession member for Reptil Zone and Pet lovers gathering in Mall Bale Kota, Tangerang (in the name of Artcoustive community)

my very first time performing for cafe reguler show in Finger and Chicks, Buaran. and this is the begining of my accoustic band called Happy People Band
follow us on instagram @wemakepeoplehappier

Agustus 07, 2016

Tuhan, aku minta maaf

Tuhan
Aku minta maaf
Terlalu sering aku niat kan diri untuk menemuimu

Tuhan
Aku minta maaf
Berulang kali aku niat menghabisi mahluk mu
Mahluk yg justru berjuang untuk menghidupi ku

Tuhan
Aku minta maaf
Aku tak tahu bagaimana mengkalkulasikan rumus
Untuk mengurangi ego ku

Tuhan
Aku minta maaf
Aku ingin sekali bertemu dengan mu

Tuhan
Jika kau mengabulkan pinta ku
Ku mohon
Sisipkan senyum dalam akhirku

Tuhan,
Terimakasih atas apapun

Hingga jingga tak bersahaja

Hari ini kusaksikan
Banyak mata berbinar
Banyak jiwa bersandar
Pada jiwa lainnya
Aku menikmatinya
Melihat dengan seksama
Merumuskan apa yg mampu membuat mereka percaya
Bahwa jiwa lainnya itu mampu menopang
Mampu menopang rasa, harap dan juga seluruh gemuruh mimpi akan hari esok

Ah. Mungkin aku saja yang luka
Luka yang tak mampu terlupa
Luka yang terlalu pekat berlapis dusta
Bahwa aku baik baik saja

Sehingga hingga kini
Belum ada jiwa yang mampu bersandar
Belum ada Jiwa yang mampu percaya
Bahwa aku pun
Berhak tertawa
Hingga jingga tak lagi bersahaja

Agustus 02, 2016

Pejuang TurunTangan

Hari ini para pejuang berkumpul. 
Dalam sebuah ruangan 
teriakan semangat "Hadapi" terdengar. 

Hati ini bergetar,
 seolah riuh tak percaya 
bahwa aku mampu ada di dalam bagian ini.
Menjadi bagian dari pemuda-pemudi Indonesia
 yang matanya terpancar optimisme.

Menjadi bagian dari jiwa-jiwa pejuang 
yang tak hanya mampu menuntut 
tapi juga bergerak turuntangan jadi bagian dari solusi.

Langkah dan gerak mereka,
 begitu cepat begitu cepat 
menyebarkan bara semangat perjuangan
Telinga dan pikiran mereka 
seolah haus akan ilmu pengetahuan
Barisan gemulai aksara tak henti mereka susun 
untuk setiap rencana solusi sekitarnya

Di hadapannya, Indonesia baik bukan hanya angan
Dihadapannya, Indonesia terus mereka genggam dalam hati
Dan berhadapan dengan mereka mampu
 membuat saya bangga jadi bagiannya
Jadi bagian Pertiwi

Pejuang, Mari bergenggaman tangan, untuk ikut turuntangan..
-----------
Ditulis dalam pelatihan penggerak TurunTangan angkatan 01
Teruntuk seluruh pejuang TurunTangan yg saya sayangi dan hormati
Jangan pernah henti
@fentyasnath
2016.07.29

Juli 28, 2016

Jawaban Tuhan

Tuhan,
Secepat itu engkau menjawab doa kami yg ku tulis dalam postingan ku semalam.
Pagi ini, kabar datang dari Bandung.
Danil, sahabat kami telah tiada.
Innalillahi wa Innaillaihi rajiun.
Selamat Jalan Danil,
Selamat Jalan Pejuang..
Kau pemenang di Hati-Nya
Terimakasih atas doa yg telah teman-teman berikan untuk Danil.
Perjuangan belum berakhir,

Sebuah kutipan yg selalu jadi pacuan kami, atau paling tidak saya, di TurunTangan, menutup postingan ini.
"Manusia datang dan pergi, tapi gagasannya tak pernah mati"

Selamat Jalan Danil.

Juli 26, 2016

Sebuah panggilan bergandengan tangan

Pagi ini aku di bangunkan oleh sapaan dari pejuang di Bandung yg merespon informasi ttg kegiatan yg mungkin bs mereka kontribusi partisipasi yg sebelumnya kusampaikan via japri whatsapp. Sebuah kebiasaan share yang selalu ku lakukan ketika mendapat sebuah informasi gerakan.

Obrolan kami memanjang, kami sarapan filosofis tentang sebuah pekerjaan dan bagaimana manusia-mesin bekerja.
Entah dayung apa yg membuat komunikasi kami masih bersambut. Kami tertawa dan saling berbagi pandangan yg tentunya menginspirasi saya.

Tak hanya itu. Pejuang Medan pun, tetiba mengabarkan ku tentang gagalnya ia mendapatkan hal yg menjadi mimpinya. Cerita mengalir, dan ia mempercayakan apa yg menjadi gundahnya saat itu pada ku. Ia bercerita ttg keluh yg saat ini dihadapi di Medan. Berkali-kali ia menyampaikan padaku keinginannya untuk berhenti sejenak. Dan berulang-ulang kali pula ku sampaikan dan memohon jangan. Ku katakan padanya, selama ini aku terinspirasi dari mereka. Bahkan hingga gerak ku hari ini, ada perannya dan peran mereka dalam pergerakan yang ku lakukan. Ku sampaikan Bagaimana aku menangis bangga dan terinspirasi setiap kali mendengar kegiatan yg mereka lakukan, dan membaca tulisan quote  motivasi yg pernah dirangkum dalam tulisan seorang teman dari kota yg sama.

Dan saat ini, saat ku menuliskan ini. Alarm jadwal handphone ku berbunyi. Mengingatkan segmen twittalk #OJect. Sebuah segmen twittalk yg ku buat untuk para pejuang yg menginspirasi di belahan Indonesia. Alarm pengingat itu masih ada. Ingatan ku tertuju jelas pada sosok Pejuang Inspiratif lainnya dari kota Bandung yg pernah menjadi narasumber segmen tersebut, Al-fatihah ku kirimkan. Air mataku tak mampu ku bendung. Kabar lanjutan dr pejuang di hari ini yg ku dengar adalah tentang dirinya.

Danil saat ini terbaring lemah di Rumah Sakit, di Bandung. Kanker paru dan Jantung stadium 4. Aku mungkin tak terlalu sering bertemu dengannya. Namun kami cukup sering berbincang saling mengabarkan dan menginspirasi mengenai pergerakan yg kami lakukan di kota masing-masing melalui whatsapp dan sosial media. Ia cukup aktif membantu ku menyelesaikan pekerjaanku dgn menyampaikan rencana pergerakan di kotanya.

Mungkin ini maksud sang Maha Kuasa, yg menyambung silaturahmi Pejuang hari ini kepadaku meski aku sudah tak lagi menjadi bagian pengurus TurunTangan.
Mungkin Allah, meminta ku untuk menyambung kata.. menyampaikan agar kami semua bergandengantangan, turuntangan saling mendoakan dan mensuport semampu kami.

Danil. Lewat tulisan ini, ijinkan saya menyampaikan rasa Terimakasih karena kamu telah menjadi salah satu pejuang yg menginspirasi paling tidak untuk diri saya sendiri. Saya tau kamu juga mampu berjuang untuk sakit mu. Jadi, jangan kalah ya..
Kami tetap bergandengan tangan dan berdoa untuk mu..

Teman-teman Bantu kami kembalikan senyum Danil! Bantu ia melawan sakitnya.
Berikut info link yg saya ambil dari kitabisa.com untuk bs ikut membantu Danil
--------------------
Danil adalah sosok yang penuh optimis dan bersemangat dalam berkontribusi bagi masyarakat dengan keterlibatan aktifnya di gerakan Turun Tangan Bandung.

Namun saat ini Danil tengah dirawat di RS Rotinsulu Bandung,  berjuang melawan sakit paru-paru dan jantung. Biaya pengobatan yang besar membuat kondisi ekonominya terpukul. Danil saat ini bahkan sudah berhenti bekerja dan kuliah.

Danil tak seharusnya sendiri. Mari bantu Danil melawan sakitnya dengan donasi dan dukunganmu.

untuk donasi dan selengkapnya klik:
https://kitabisa.com/untukdanil
------

Terimakasih teman-teman,
Mari Bergandengantangan, erat disertai doa..

Juli 23, 2016

Mah, aku hampir gila


Bunda, Ibu, yang ku panggil mamah
Izinkan aku berbicara padamu lewat tulisan ini

Bunda, jika bukan karena ilmu yg kau berikan
Yg membuatku yakin
Allah akan sayang padaku
Jika aku menghormati mu
Sejak dulu aku sudah
Mencukupkan tarikan nafas ku di dunia ini

Ibu, izinkan aku
Menangis malam ini
Lagi lagi atas kekhilafan ku
Yg belum cukup baik menjaga surga dikaki mu

Bunda, izinkan aku hari ini
Berbincang dengan isi hati mu
Boleh kah ku minta senyum mu
Senyum dan bahagia mu

Ibu, izinkan aku hari ini
Mendekap mimpi ku
Dengan senyum dan yakin
Izinkanlah gandeng ridho mu
Menemaniku Menembus batas nyata

Mah, aku hampir gila
Harus kah Aku beli semua senyum ku
Dengan jutaaan air mata mu?
Mah, mungkin aku gila
Jika jutaan air mata mu
Justru jadi senyum ku

Tapi, ijinkan aku
Membuat mu tersenyum

2016.07.23

Juli 20, 2016

Perjuangan dalam hati

Hai yang maha mengetahui
Kamu tahu aku luar biasa sedang berjuang
Berjuang melawan hal hal yg beberapa kali
Sering datang menghantui ku

Haruskah aku kalah?
Aku tak ingin kalah
Haruskah aku menangis?
Aku tak pantas lagi lagi menangis

Engkau yg paling tau
Bagaimana racau perjuangan yg menghampiri ku
Kadang aku hampir tertawa bahagia
Mengebiri
Menguliti
Mencabik-cabik
Mereka yang sering kali jd penat ku
Namun tak pernah lengah
Untuk terus mendoakan ku

Aku bukan penjahat
Aku tak ingin jadi penjahat
Jangan biarkan Tuhan
Setan ini
Membuat ku khilaf

Juli 18, 2016

Hujan

Hujan
Mengapa kamu tak pernah cermat
pada langkah penuh harap
yang pekat dan melekat
akan mimpi yang mendekat
sudah hinggap
dan sigap di dekap

Hujan
Jangan jatuh, sebentar saja
Agar aku mampu melihat jelas.
Agar mimpiku tak terhapus tangis langit mu

Hujan
Jangan jatuh, sebentar saja
Agar mampu ku pastikan, mimpi ku tetap bercahaya meski semesta tak mampu percaya

Fenty
2016.07.13

Pengagum dalam hening

Malam itu aku menulis tentang hatiku.
Yang pernah diam diam mengagumi dalam hening
Tak ku sangka malam ini, hening bukan milik ku semata.
hening juga milik mereka yang pandai menyusun aksara.

Sebuah persembahan dari teman-teman
CS writing's Club yg terpapar dalam hening di lingkar rasa tulisan.

---------------------


aku hening.
yang terus mengagumi mu
meski kau tak pernah bergeming
meski berjalan beriring
senyum mu pun enggan kau sungging.

Tertawa hanya dalam kosakata
Yang tak pernah nyata
Meski telah membuka mata
tetap tak mampu berkata
Bahwa aku bukan
Mata mata

Ini Aku hening
Yang hanya
Berkata
untuk sungging mu semata

Fenty 2016.07.18

--------------------
Dalam heningku
ingin kuenyahkan bayangmu
yang kian mengganggu
walau kau membisu

Dalam heningku
kusadari satu
Cinta bisa menipu
sebelum kabur dan meninggalkan pedihnya sembilu

Dalam heningku
Memang hanya Dia yang Satu
Hanya Dia yang Maha Tahu
di balik hati yang kian membeku...

("Dalam Hening" - random nyomot satu kata dari puisi Fenty)

Ruby Astari - 2016.07.18

-------------------

"#KemudianHening"

Aku.
Lalu Kamu Datang.

Ramai.
Kita Berkicau.

Sampai.
Dia Menyusul.

Kemudian Mereka Berkumpul.
Kemudian,

Hening.

Sibuk Dengan Diri.
Masing-Masing Terasing.

Taufan - 2016.07.18

Juli 12, 2016

Inspirasi dari nenek

Tulisan ini terinspirasi ketika melihat seorang nenek, yg sering kutemui ketika berjalan lewat jalan belakang dekat rumah, ia sudah cukup renta. namun asumsiku kurang diperhatikannya oleh keluarganya ataupun tetangga terdekatnya. Sehingga tiap kali bertemu ia selalu pada posisi yg sama. Bersandar di tempat tinggalnya dan menebar senyum untuk mendapat sapa.
Hari itu aku berhenti, untuk sekedar berbagi senyum

Terimakasih nek, sudah memberi inspirasi. Sehat selalu buat nenek..

======

Badan terhuyung
Bersandar pada tembok keras tempat nafas hari hari berhembus
Mata menyalak meracau pandangan sekitar
Melihat pada setiap lalu lalang wajah sumringah
menebak nebak
hati mana yang lebih lapang
Jiwa mana yang lebih tenang
Senyum mana yang lebih luang
Dan Telinga mana yg lebih tertantang
Pada pandang atas langit

Sungging di cecar bercahaya
Pada wajah rana yg masih berkutat
Menumpahkan Isak, racau batin, kutat pikir dan sesak harap

Wajah wajah sumringah lalu lalang
tak mampu menangkap sinyal itu
pandang mereka cuma terhenyak pada
hingar bingar dan merdu melodi diujung jalan
yang entah dimana ujungnya

mereka sering lupa
Bahwa wajah rana yg mencecar sungging inilah
yang lebih paham apa yg akan mereka temui di depan sana
Lalu mengapa tak mampu berhenti?


Juni 27, 2016

Izinkan saya meninggalkan rasa

Hai Allah,
Saya hari ini baru aja bantu bantu sedikit teman-teman yg mengadakan acara bakti sosial untuk Adik-adik korban penggusuran di wilayah penjaringan.
Allah, semangat menggebu-gebu saya sering kali luntur di lokasi acara kegiatan.
Terlalu banyak moment yg membuat ku ingin teriak.
Teriak pada diriku sendiri atau pun sekitar ku
Allah, rasanya  terlalu banyak ketidakadilan yg ku lihat
Aku takut ya Allah,
Aku takut menjadi salah satu bagian dr yg zhalim.
Mengapa ku katakan begitu?
Karena sampah sampah yg menghimpit lingkungan mereka, bisa jadi adalah sampah yg ku hasilkan.
Dan ide penggusuran mereka juga bisa jadi adalah ide ide kami manusia kota, yg selalu ingin lingkungan kami rapih, teratur, tanpa pernah sadar bahwa sesungguhnya Kamilah yg seringkali tak teratur.
Salah satu hal paling pedih hari ini
Ketika ku lihat, adik adik memungut beras yg berjatuhan dr plastik yg bolong dan langsung memakannya dengan amat antusias.
Ya ilahi.  Ku kira pemandangan seperti itu hanya ada di film. Tapi itu terpampang dimata ku.
Aku masih menangis saat menuliskan cerita ini.
Ya Allah,
Atas setiap rasa yg selalu terbawa saat berbagi, kumohon padamu
Kuat kan jiwa ku saat berhadapan pada mereka yg butuh dampingan senyum ku
Tarik sudut-sudut bibir ku ke atas saat menyapa mereka
Genangkan dalam hatiku tetes-tetes air mata yang siap jatuh
Dan ku mohon, kesampingkan rasa ku, sementara saja. Hingga mereka tersenyum kembali
Aku ingin mengasihi tanpa mengasihani
Semoga seluruh tindakan ini cukup hanya untuk hati Mu
Istiqomah kan aku ya Allah,

ketika adik yg sedang berebut beras distop dan difokuskan kembali ke fokus kegiatan

ketika mendengarkan salah satu kakak yg melakukan ice breaking 

Juni 23, 2016

Pria

Pria
Sebuah kata sederhana
Yang seringkali membuat kompleks pemikiran wanita
Sampai hari ini
Aku masih dibatas belajar memahami manusia
Termasuk memahami pria

Dari kecil, 
tak mudah buat ku untuk mengenal pria
Jarak ku bentangkan amat jauh ketika mereka mendekat
Bahkan rasa, ku tutup dengan pekat tak bermakna
Padahal hingga hari ini
Aku masih belum beranjak lupa
Semua nama pria yg ku kagumi dan ku harap ada rasa untuk ku
Karena semua cerita tentang mereka
Cuma mampu ku rekam dalam benak dan dalam angan rindu

Hari ini aku sudah beranjak mengenal mahluk tuhan satu ini
Aku memiliki banyak sekali teman-teman pria
Meskipun tetap saja aku belum masuk pada tahap
Memiliki Pria sebagai teman hidup 

Tapi untuk ku itu lebih dari cukup saat ini
menyayangi mereka sebagai teman 
cukup membuat ku bermetamorfosis paham tentang mahluk ini
Dari yang sebelumnya aku tak pahami, jauhi, bahkan cukup ku takuti

Tapi tetap saja
Menurut ku Pria jauh lebih sulit diterka karakternya dibandingkan wanita
Wanita pada umumnya sama.
Mereka cukup mampu berkomunikasi dengan baik
Sedangkan pria, seringkali berharap wanita memahami mereka
Tapi sangat amat sulit untuk berbicara
mengenai hal hal yang mereka hadapi,
hal hal yang mereka lewati
dan hal hal yang mereka ingin sampaikan

Sedangkan disatu sisi
Kami para wanita diharapkan tidak terlalu agresif ketika kami jatuh hati
Tapi juga kami tak pernah diberitahu mengenai alasan apa yang membuat pria berada disamping wanita,
Bersedia mendengarkanya bercerita, berusaha membuatnya ceria
Dan sebagainya

Oke anggap saja, mereka yg kutemui memang se pengecut itu untuk ungkapkan isi hati
Tapi ku beritahu kamu, pria!
jangan pernah membiarkan wanita didekat mu menangis. Jangan pernah.

Teringat cerita seorang teman wanita yg baru baru ini menangis krn berakhirnya hubungan yang mereka bina selama 4 tahun. Si pria begitu saja mengungkapkan untuk mengakhiri hubungan mereka. Lantas mengapa setelah 4 tahun?
Mengapa setelah si wanita itu bertahan di keterasingan hubungan?

Pria
Mahluk yg katanya mengandalkan logika
Tak pernahkah logika mengantarkan mu pada pemikiran bahwa berjalannya waktu selalu membuat wanita makin jatuh cinta?
Tak pernahkah logika mengantarkan mu untuk tidak memulai ragu?
tak pernahkah logika mengantarkan mu untuk paham
Bahwa ada separuh jiwa  yang hilang disaat kau menghilang?
Atau tak pernahkah logika mengantarkan mu untuk paham
Bahwa wanita pun berhak bahagia

Teruntuk teman musik ku yg baru saja patah hati
Kau seorang wanita, 
jangan biarkan tangis mu mewarnai jiwa  mu,
Biarkan logika mu mengantarkan mu pada sebuah pecah hati yg retak hingga halus berdebu
Tertiup angin
Dan meninggalkan ruang kosong dalam jiwa mu
Sehingga pria pria dengan logika dan jiwa yang baik
Siap hadir mengisi relung hati dan jiwa mu
Dalam langkah tawa dan senyum bahagia selamanya

Dear CJ, keep smile!




Juni 20, 2016

Ku kira ada

"Fen, menurut lo cinta itu apa sih?"
Dan
Saya menjawab
"Waduh, lo nanya ke orang yang salah. Gue sampai hari ini masih belajar buat percaya cinta"
====
Hari ini aku beritahu kamu,
Diskusi panjang kita hari itu membuat ku hampir percaya bahwa
Cinta itu memang ada

Tapi lagi lagi
Cinta cuma hampir ada

Kamu terlalu cepat beranjak
Tanpa sebuah makna
Meninggalkan kembali sebuah tanda tanya
Yang berkutat pada spekulasi

Selamat Kamu bahagia

Kukira tawa itu milik kita

-----
Stories of plastik Chiki dan gorden warteg masih ada cerita kah?

Juni 19, 2016

Dibalik senyum mahal

Dibalik senyum mahal

Tawa dan sapa
Senyum dan sumringah
Antusias dan semangat
Mampu di pendar keseluruhan penjuru

Tuhan
Mereka tak pernah tau
Ada batin yg pernah tersayat dalam
Untuk membayar setiap senyum yg kini mampu disebar

Tuhan
Mereka tak pernah tau
Ada beragam sesak nyata
Yang berhasil dilewati
Untuk beragam semangat yg kini mampu dibagi

Tuhan
Mereka tak pernah tau
Ada deru keras airmata
Yang sempat jatuh terjal dari bukit hidup kami
Untuk sebuah tawa yg kini mampu hadir

Tuhan
Terimakasih atas paham
Yg kini mampu kami sirap dalam batin
Bahwa hidup hanya sementara
Mereka tak perlu tau
Mereka cukup paham

Bahwa senyum itu sesungguhnya
Mahal

============

Teruntuk salah satu teman dr MusicBox yg baru saja bercerita ttg sulit masa lalunya

Juni 15, 2016

Harapan Pemenang

Atas setiap jerih payah yang lagi lagi bernilai Nol
Atas setiap kebanggaan yg baru saja terlewati untuk disadari
Atas setiap diskusi tajam yg mungkin tak berarti
Atas setiap tangisan dalam hati untuk terus jadi berarti

Istiqomahkan aku ya Allah
Jauhkan segala penat yg berkumpul dlm benak
Jauhkan segala bentuk ide mengenyahkan diri
Jauhkan segala tarikan menyakiti diri

Jadikan aku pemenang di Ramadhan ini
Abadikan senyum ini,
Paling tidak berarti untuk diriku sendiri..

penkpenk
15.06.16

Juni 13, 2016

Tangis frekuensi tinggi

Atas setiap pertanyaan 'apa kabar?'
Atas setiap pertanyaan 'ada cerita apa?'
Atas setiap pertanyaan 'lagi sibuk apa?'

Maafkan saya yg hanya mampu menjawab semuanya
Dalam bentuk
Tangis

Bukan karena tak percaya kamu mampu merasa apa yg ku rasa
Bukan karena tak percaya kau pun pantas mengetahui apa yg terjadi

Aku cuma tak paham apa yg perlu ku bagi
Bahkan aku pun tak paham apa yg sedang ku pedihi

Aku hanya tau.
Setiap sapa dan senyum dari kalian
Mampu mengobati hati ku

Dan aku hanya tau
Aku tak ingin kalian kemana-mana

Mei 30, 2016

Rapal kepulangan

Ketika kepulangan ku
Hari ini
Bersambut rapal sial dr wajah dan mulutnya

Ketika kepulangan ku
Malam ini
Bersambut sesak pikiran

Ketika kepulangan ku
Saat ini
Bersambut syukur cilaka yg tidak terjadi

Penat ku kembali teriris
Putaran neuron otak ku kembali dilanda badai
Ada haru sesal
Atas usaha menstabilkan nya
Ada haru sesal
Kembali melihatnya
Ada haru sesal
Atas setiap ketidakpuasan yg terdengar
Ada haru sesal
Atas setiap usaha yg gagal
Ada haru sesal
Atas setiap keputusan
Ada haru amat dalam sesal
Kembali
Melihatnya
Kecewa
Atas ku

Ibu, maafkan aku.
Aku pun pasrah atas tiap
Rapal hujat
Yg kini kau lantunkan untuk ku

Aku tak tau banyak cara
Yg ku paham
Rapal lafadz dan sujud
Obat dr ku untuk mu

Bagaimana aku iri?

Kamu tau.
Bagaimana aku iri
Iri pada bagaimana semua yg bahagia
Bahagia katanya pilihan
Tp kamu tahu ketika aku memilih untuk bahagia?
Aku tak bahagia
Hingga tulisan ini dituliskan
Aku masih tak paham
Bagaimana neutron neutron dalam otak ku sibuk bekerja
Sibuk dengan segala spekulasinya
Sibuk dengan segala ekspektasinya
Sibuk dengan segala ilmu nya
Serta sibuk dengan segala pahamnya
Memahami bahwa ini semua atas Izin-Nya

Aku tak punya harap apapun untuk ku di dunia ini
Aku tak punya ingin apapun untuk ku lagi di dunia ini

Mei 24, 2016

Sukma pada sukma

Tik..tik..
Gerimis memercik
Pada sebuah baris yg sedang tersadur meringis

Langit seolah ikut berempati
Pada sukma yg sedang merintih
Karena ada Sukma yg sedang mengadu
Pada sukma yg sedang sendu

Ku tengok langit
Ia menyendu
Tp ia tak sudi meraung

Langit.
Tersenyumlah
Bintang ada disini mewarnai gelap mu
Dan mentari siap menyambut mu
Untuk bercahaya
Untuk berenergi
Untuk menghangatkan
Setiap dingin
Hati
Yg kau temui

--------
Narasi yg ditulis setelah saling mendengar
seorang teman baru berinisial A bercerita.
Sebuah bentuk penguatan
Untuknya tetap berjuang,
Mengeksplorasi diri
Karena yakin misteri indah
bersembunyi dan siap untuk dinanti

-----------

Mei 20, 2016

Siapa saya

Nama gue fenty. Gue wanita dengan sejuta kegiatan. dgn semangat yang tak pernah padam. Meskipun kadang kecewa memendam dan Rana meradang. Fenty tetap punya seribu cara berdendang, serta menantang tanpa pernah terhadang

April 17, 2016

Asing

Tulisan ini ku tulis saat
Engkau memanggil kami untuk melaksanakan kewajiban kami di bumi ini
Batin ini begertak luar biasa
Namun keterasingan ini pun
Masih sama
Mewacana

Dear Allah, istiqomah kan saya.
Amin

April 11, 2016

Cerita dalam abstraksi kata edisi pesantren

Ada tangis yang mengawal perjuangan
Ada waktu yang tertukar oleh ilmu
Ada kebersamaan yang terganti harap mandiri

Sang orang tua berteriak
"Kebiasaan, cuekin aja!"
Ketika melihat anaknya menangis
Saat jam temu wali dan santri selesai.
Kejadian yang menurut sang orang tua terlalu sering terjadi.

Brak!
Mobil ditutup keras dan melaju cepat meninggalkan si anak

Miris.
Karena nyatanya jarak yang menjauh dan waktu yang berkurang dengan anaknya
Tak mampu membuatnya paham
Bahwa tangis anaknya
Bukan karena malas, untuk kembali menuntut ilmu.
Bukan karena malas, untuk berjuang.
Melainkan sebuah tangis menuntut kebersamaan.

Mobil terus melaju.
Seolah menghempas memori dan melelapkan ibu dari aktivitas nya.
Lelap.

Jauh ditempat yang ditinggalkannya,
Mungkin mata si anak terus memerah, mengembang, dan berkaca.
Menahan tangis dan rindu yang tak berkesudahan.
Serta merajut harap prestasi yang mungkin
Mampu mengantarkan perasaan sang ibu untuk sampai pada rasanya.

Teruntuk adik ku najla yg sedang berjuang menuntut ilmu di pesantren.
Jaga air mata mu ya dek.
Kami sayang kamu dan rindu kamu juga

April 07, 2016

tapi, aku siapa?

Aku tak pernah meminta terlibat
pertama kali mendengar konfirmasi tentang apa yang aku fikirkan ttg kalian dr kalian sendiri
adalah pukulan yang berat untuk ku

kau tau kenapa, kawan?
ini bukan kali pertama untuk ku
tapi kenapa lagi lagi aku

Sang Maha Agung, mempercayai ini sebagai tugas ku
tugas seorang kawan, sahabat, dan saudara
untuk mengingatkan
untuk mengarahkan
atau bahkan mengiringi perjuangan kalian


tapi aku siapa?
aku cuma manusia biasa
ada deru haru yang luar biasa setiap kali mendengar kalian bercerita
batin ku seolah paham dan mengerti bagaimana batin kalian berteriak
pikiran dan logika ku seolah berkonsolidasi yakin
yakin punya jalan keluar
yakin bisa menyelesaikan tugas ku

padahal, aku siapa?
aku seolah menuhankan diriku,
merasa pantas jadi bagian dari cerita perjuangan kalian
aku seolah meninggikan derajatku
hanya karena merasa pernah mengalami luka itu
aku seolah berlari kanan dan kiri mengajari
seolah berbagi adalah kepiawaian ku

padahal dari setiap raut yang coba ku jajaki
air mata kalian terus mengebiri
dan sukma ku terus teririsi oleh setiap pedih yang diwarisi

teman, hari ini ku putuskan untuk tak lagi di tengah
biarkan aku menjadi air
yang setiap kali kau mengarus bersama ku
kita akan menuju muaraNya

muara yang kusebut ilmu
muara yang kusebut amal
dan kubiarkan semua cerita kalian ada di muara ku
di muara hati dan pikiran ku

untuk kalian,
kututup tulisan ini dengan doa dalam syukur ku
syukur karena doa ku terdengar oleh-Nya
agar kalian kembali ke jalan-Nya

dan maaf jika hantaran doa ku
terjawab oleh-Nya dalam bentuk pedih
yang amat melukai hati kalian







April 05, 2016

Sekilas Percakapan sahabat

Me :
Yoo... Gue pengen peluk lo saat ini
Gue mau nangis
Makasih banyak ya
Udah jadi sahabat yg menguatkan gue
Gue terlalu rapuh sebenarnya. Dan terlalu pengecut memperlihatkan  kerapuhan gue yg sebenarnya
Cuma cerita sama lo sejauh ini gue bs ceritain apa yg ada dlm pikiran gue, yg cukup sering hati gue debatin.

Sahabat
Iya, sama sama ya fen..
Gue cuma berusaha bicara sama sisi fenty yg kuat, selebihnya dia yg akan menangani semuanya..

Me
Itu cuma bentuk penguatan buat gue aja apa lo memang melihat gue punya sisi kuat itu yo?

Sahabat
Pintu itu ada, dan fenty yg kuat ada di sana..
Pintu itu cuma bisa dibuka dari dalam, lagipula gue ga punya kuncinya..
Dan gue liat kunci itu ada di genggaman lu, jadi pergilah, dan buka pintu itu...

Me
Sepenuh jiwa raga, sesungguhnya saat ini gue sedang bertahan dipintu itu agar tak tertutup dan terkunci. Menahan dan menariknya  agar tak tertutup.
Kuncinya ditangan gue.
Tp tangan gue sibuk mengumpulkan asupan untuk membangun pertahanan dan energi yg lebih kuat agar pintu itu benar-benar terbuka luas

Sahabat
Kalo begitu, mungkin lu butuh utk diam sejenak, renungi semua tenaga, waktu, dan pikiran yg udah lu keluarin dgn sia2..
Tunggu dulu! ternyata kunci itu ada banyak! Sial, jangan2 lu udah pake kunci yg salah...maka duduklah..
Lihat kunci2 itu, telusuri kunci mana yg tepat, walaupun memang, karena kita nggak bisa liat bentuk lubang kunci itu, kunci mana pun jadi perlu utk dicoba...
Tapi tunggu dulu! kalo lu ngerasa bukan kunci masalahnya, maka..duduklah
Duduk di depan pintu itu, dan ayolah, ajak dia bicara, dan lu yg paling tau apa yg harus lu bicarakan dengannya..
Sampai lu ngerasa kalian sudah bersahabat, maka ketuklah, siapa tau?
Pintunya akan dibuka dari dalam olehnya..

Me
Aku lelah mengetuk yo. Aku lelah berbicara pelan hingga berteriak keras.
Aku lelah bertahan.
Aku lelah mengatur strategi untuk masuk.
Kaki, otak, tubuh, tangan, dan pikiran ku hampir lumpuh.
Hanya untuk bertahan.
Apakah ini pertanda aku harus menghilang.
Dan membiarkannya menutup

Sahabat
Mungkin..
Setiap pribadi butuh jeda..
Maka, tinggalkanlah pintu itu sesaat..

Dan pergilah, datangilah pintu yg lain..
Pintu yg di sana, pintuNya, pintu yg lebih besar..
Lucunya, kita ga butuh kunci, bahkan kita ga perlu mengetuk, siapa yg berada di depan pintuNya, akan dipersilahkan masuk, dijamu, bahkan dipersilahkan meminta..
Oh betapa beruntungnya kita..

Me
Aku akan mencobanya.
Semoga saya termasuk tamu yg ditungguNya
Yang diharap olehNya bertemu langsung denganNya.
Segera.

Apakah aku pembohong ulung?

Apakah aku pembohong ulung?
Yang selalu berkata baik baik saja
Padahal batin ku teriak merana

Apakah aku pembohong ulung?
Yang selalu berkata aku bahagia
Padahal tak kuasa tahan nyata

Apakah aku pembohong ulung?
Yang selalu tertawa bersama
Padahal  seringkali tak mampu menepis tangis

Apakah aku pembohong ulung?
Yang selalu menyebar ceria
Padahal lagi lagi meringis

Kau bukan pembohong ulung!

Kau sang juara penepis rana
Kau sang juara penepis tangis
Kau sang juara penangkis ringis
Dalam setiap rintih baris isak tangis wacana pedih

Juara tersenyum lah
Lagi
Untuk
Kami
Dan
Untuk mu sendiri


Menyelami ceritanya..

Tuhan.
Membaca tulisan nya aku tak pernah berani.
Sudah. Aku sudah berulang kali mencobanya
Beberapa kali juga aku ketakutan.
Meskipun sangat ingin ku selami ceritanya.
Sama seperti Melihat tatapan matanya saat menjabarkan ceritanya.
aku gemetar.
Aku takut bukan main.

Aku takut ia bersedih.
Aku sakit melihatnya bersedih.

Tak mampu kau tutup kah lukanya , Tuhan.
Hari ini ia masih temanku.
Meskipun aku takut mendengarkan ataupun membaca ceritanya.
Ia cukup mampu membuatku bertahan.
Untuk memahami.
Untuk belajar.
Cerita dari hidupnya.
Cerita dari pilunya.

Untuk tau.
Bahwa aku, Bukan siapa-siapa.
Dan untuk tau.
Bagaimana hati, berhati hati

Hai Dear, aku sudah baca tulisan mu.
Bangga ku teriris pedih.

April 03, 2016

Cerita Dalam Benak edisi 01

Cerita Dalam Benak
Mengutip tanya
Menjejal cerita
------------
Sama darah
Tapi tak paham gerak
Tapi tak paham memata
Tapi sungkan merasa

Buaaaarrrrr...

Mual jejal otak ku
Tak sanggup ku tahan tawa dalam terinjak
Mabuk dalam percaya
Ada dalam tiada
Dan banding dalam waktu

Tak cukup jejal otak ku
Untuk paham bahwa kami benar dan mereka salah
Ku rasa tak cukup sembilu ku meradang
Untuk hari ini mampu paham
Terus melihat pada arah mereka
Ataukah
Seluruh sembilu perlu meradang hingga mampu paham?

Semoga nanti giliran waktu ku
Tak ada teriak duka dalam tawa
Atau sisipan cibir dalam era

Semoga

Agar semua merdeka dari mati rasa
Dan luka

In the middle of their story version
Bogor - Jakarta

Wanita adalah pejuang paling luar biasa

Hari ini aku menyaksikan
Bagaimana seorang wanita bertahan dengan adanya wanita lainnya dlm kehidupan rumah tangganya
Saat ini mereka menyebutnya dengan bangga
Poligami
Mengikuti Rasullullah

Aku tak pernah paham bagaimana kondisi istri2 Rasul saat itu ketika di poligami.
Islam mengijin kan

Aku tau itu

Tapi rasanya, terlalu berat untuk seorang wanita yg di poligami
Beragam pertahanan ia coba lapisi, untuk terus menahan air matanya.

Aku melihatnya. Terlalu nyata diraut wajahnya.
Terlihat, bagaimana..
Lapisan baja dalam hatinya, untuk memperlihatkan keikhlasan hatinya
Keruk air mata haru yg mungkin terus ia lakukan dlm setiap hajatan sujudnya
Juga jutaan tarikan hikmah dalam setiap perbandingan yang dihadapinya.
Untuk terus ia warisi hal hal baiknya kepada anak cicitnya
Hingga anak-anaknya tetap menyayangi imam keluarganya tanpa cela sedikit pun
Agar amalan yang tak terputus mampu merajut doa dan mengantarkan dirinya ke surga - Nya

Teruntuk setiap wanita yg bertahan di balutan kedua
Teruntuk setiap wanita yg bertahan atas nama nafsu yg berbalut agama

Juga untuk imam yg selalu berusaha adil

"Wanita adalah pejuang paling luar biasa"

Maret 27, 2016

Path way

Bbrp update yg menarik yg pernah gue tuliskan di path yg terkait
#CatatanPerjalanan
#CeritaWarungKopi
Dan lain lain yg gue lupa hashtag nya

Maret 16, 2016

Pemenang!

Baru saja sy berada di perjalanan dari Pasar Minggu ke Dharmawangsa, kebetulan balik kerja saya ada agenda kumpul brsama tmn2 Band Jamzsession di daerah Dharmawangsa.

Kali ini kondisinya berbeda, cuaca hujan ketika saya keluar kantor. Lalu lintas dr atas grabbike sepanjang perjalanan terlihat padat. Bahkan macet.

Kondisi yang sama terlihat di sekitar kemang ketika saya melewati nya. Suasana keramaian malam yg mulai terasa dari ramainya lampu-lampu tempat makan yg berada dikanan kiri jalan.

Dibelokan saya terhentak.. Ada sekumpulan orang-orang yg memainkan musik. Gemerincing Kletek kletek dumplak dumpluk trus terdengar, saya perhatikan dengan seksama sekumpulan remaja itu terus bermain musik. Mereka adalah kelompok pengamen ondel-ondel.  Di ujung barisan paling belakang dua ondel-ondel trus berjoget, bahkan kakinya dimasukan dlm genangan air hujan. Badannya bergoyang bergembira bermain dlm genangan becek air hujan tersebut.

Pemandangan ini sontak membuat saya bertekad menuliskan cerita ini disela-sela saya menahan haru dlm perjalanan di atas grabbike. Apa alasannya?

Teman, buat saya mereka Pemenang.
Secara tidak langsung mereka membuat saya malu dengan diri saya sendiri.
Teringat ketika diri sering kali menyatakan malas bergerak saat hujan turun.
Teringat ketika diri mengumpat dalam kemacetan di sela hujan turun.
Teringat ketika penyakit menjadi alasan terbesar untuk bersembunyi dari kewajiban,
Dan banyak hal lainnya
Yg membuat saya merefleksikan diri.

Kita sering kali menghakimi masyarakat dari kalangan seperti pemain ondel-ondel ini.
Padahal tanpa kita pernah pahami dan ketahui lebih jauh,
Mereka pun jadi bagian sebuah perjuangan untuk dirinya, keluarganya atau juga negaranya.

Mereka adalah pemenang yang tak pernah memadamkan api harapan dalam diri mereka sendiri, ketika cibir kanan kiri melambat laju mereka.
Mereka adalah pemenang yang merdeka atas segala pernyataan malas yg ingin diungkapan untuk diri sendiri.
Mereka adalah pemenang yang mampu berjuang dalam kondisi tersulit apapun ketika harap dan mimpi itu nyata jauh di angan.

Teruntuk saudara ku yg berjuang dalam hal apapun.
Jangan pernah menyerah.

Teruntuk para pengamen ondel-ondel yg menginspirasi ku dlm perjalanan kemarin.
Semoga hanturan rizki dan semangat tak kunjung putus Allah berikan dlm setiap nadir perjuangan kalian. Terimakasih.

Maret 15, 2016

Pagi

Pagi..
Kau selalu mengantarkan ku
Pada pekat yang berenergi
Pada harapan yg meninggi

Januari 15, 2016

Untuk Dear,

Hari ini gue baru kembali. Kembali dari perjalan luka 4 tahun lalu milik seseorang.
yg gue telusuri untuk coba membantunya menyembuhkan lukanya.

Gue seolah olah tau, apa obatnya.
Gue seolah olah tau, bagaimana Perjalanannya
Dan parahnya, Gue seolah olah paham sudut pandangnya.

Tapi setiap orang memang punya jalan ceritanya sendiri. Gue memang tau dan paham dr sudut pandang gue. Tapi gue pun belajar untuk tau dan paham dr sudut pandangnya.

Gue cuma jembatan, yg dia mungkin bs pahami dia fungsikan bagaimana caranya untuk naik dari jurang atau bagaimana melewati jurang yg terjal.
Tp lagilagi. Hidup adalah ttg pilihan.
Pilihan bagaimana kamu bs beranjak naik keluar dari jurang atau memilih terbenam jauh kedasar jurang untuk selalu melihat bahwa matahari itu ada, krn selalu mendapat cahayanya, Tanpa pernah naik keatas untuk tau seperti apa hangatnya.

Dear, selamat berjalan menjauh dr pelik luka nya. Karena hari ini, ia telah masuk dalam perjalanan roda ikhlas. Dimana ia mungkin paham pada akhirnya bahwa ada masa dimana kau harus ada, agar dia paham apa itu rumah. Dan kepada siapa ia harus bertaruh harap untuk bisa pulang.

Joe, maaf untuk penat yang belum tersisihkan.
Maaf untuk luka yg tergores lebih dalam.
Aku tak kan kemana-mana.
Aku masih dalam perjalanan mengobati luka.
Entah untuk siapa.

Joe, bawa aku pulang

Januari 09, 2016

Resolusi 2016

Alhamdulillah 2015 dilalui dengan penuh luar biasaaaaa..
Banyak resolusi 2015 yg akhirnya tercapai jg di 2015.

Jd untuk 2016 ini saya tuliskan 2 resolusi yg belum tercapai untuk bismillah akan tercapai ditahun ini.

Resolusi Fenty 2016
1. nikah
2. Umroh

Januari 01, 2016

Sahabat

Ditahun yg gue sering kali meragukan apakah kehadiran gw diharapkan. Allah masih ngirimin gw sahabat-sahabat baru yg luar biasa.
Pagi ini dihari pertama 2016.
Whatsapp message pertama yg gw baca cukup menjawab segala keraguan gw.
Sahabat gw mengirimkan ini
[1/1 07.30] Theo activator: Kak fen. makasih ya udah jadi kakak yang selalu nasehatin aku.
makasih udah jadi yang terbaik ditahun ini.
makasih ya kak fen...
aku nangis kak.
aku bahagia banget ketemu orang kyk kamu..
makasih ya kak.
semoga kita sama sama bisa bercanda lagi.
[1/1 07.33] Theo activator: mamak selalu bilang.
Fenty itu baik banget.
mau bela2in dateng jauh jauh kesini...
[1/1 07.33] Theo activator: kak selalu jd yg terbaik ya kak
[1/1 07.34] Theo activator: jangan pernah berubah yaaaa
[1/1 07.34] Theo activator: 
Terimakasih Theo, Terimakasih telah menjadi bagian dr Cerita dan Memori Indah ku di Tahun 2015. Bahwa masih ada org yg bersyukur atas hadirnya kita dlm kehidupan mereka.