April 05, 2016

Sekilas Percakapan sahabat

Me :
Yoo... Gue pengen peluk lo saat ini
Gue mau nangis
Makasih banyak ya
Udah jadi sahabat yg menguatkan gue
Gue terlalu rapuh sebenarnya. Dan terlalu pengecut memperlihatkan  kerapuhan gue yg sebenarnya
Cuma cerita sama lo sejauh ini gue bs ceritain apa yg ada dlm pikiran gue, yg cukup sering hati gue debatin.

Sahabat
Iya, sama sama ya fen..
Gue cuma berusaha bicara sama sisi fenty yg kuat, selebihnya dia yg akan menangani semuanya..

Me
Itu cuma bentuk penguatan buat gue aja apa lo memang melihat gue punya sisi kuat itu yo?

Sahabat
Pintu itu ada, dan fenty yg kuat ada di sana..
Pintu itu cuma bisa dibuka dari dalam, lagipula gue ga punya kuncinya..
Dan gue liat kunci itu ada di genggaman lu, jadi pergilah, dan buka pintu itu...

Me
Sepenuh jiwa raga, sesungguhnya saat ini gue sedang bertahan dipintu itu agar tak tertutup dan terkunci. Menahan dan menariknya  agar tak tertutup.
Kuncinya ditangan gue.
Tp tangan gue sibuk mengumpulkan asupan untuk membangun pertahanan dan energi yg lebih kuat agar pintu itu benar-benar terbuka luas

Sahabat
Kalo begitu, mungkin lu butuh utk diam sejenak, renungi semua tenaga, waktu, dan pikiran yg udah lu keluarin dgn sia2..
Tunggu dulu! ternyata kunci itu ada banyak! Sial, jangan2 lu udah pake kunci yg salah...maka duduklah..
Lihat kunci2 itu, telusuri kunci mana yg tepat, walaupun memang, karena kita nggak bisa liat bentuk lubang kunci itu, kunci mana pun jadi perlu utk dicoba...
Tapi tunggu dulu! kalo lu ngerasa bukan kunci masalahnya, maka..duduklah
Duduk di depan pintu itu, dan ayolah, ajak dia bicara, dan lu yg paling tau apa yg harus lu bicarakan dengannya..
Sampai lu ngerasa kalian sudah bersahabat, maka ketuklah, siapa tau?
Pintunya akan dibuka dari dalam olehnya..

Me
Aku lelah mengetuk yo. Aku lelah berbicara pelan hingga berteriak keras.
Aku lelah bertahan.
Aku lelah mengatur strategi untuk masuk.
Kaki, otak, tubuh, tangan, dan pikiran ku hampir lumpuh.
Hanya untuk bertahan.
Apakah ini pertanda aku harus menghilang.
Dan membiarkannya menutup

Sahabat
Mungkin..
Setiap pribadi butuh jeda..
Maka, tinggalkanlah pintu itu sesaat..

Dan pergilah, datangilah pintu yg lain..
Pintu yg di sana, pintuNya, pintu yg lebih besar..
Lucunya, kita ga butuh kunci, bahkan kita ga perlu mengetuk, siapa yg berada di depan pintuNya, akan dipersilahkan masuk, dijamu, bahkan dipersilahkan meminta..
Oh betapa beruntungnya kita..

Me
Aku akan mencobanya.
Semoga saya termasuk tamu yg ditungguNya
Yang diharap olehNya bertemu langsung denganNya.
Segera.