April 11, 2016

Cerita dalam abstraksi kata edisi pesantren

Ada tangis yang mengawal perjuangan
Ada waktu yang tertukar oleh ilmu
Ada kebersamaan yang terganti harap mandiri

Sang orang tua berteriak
"Kebiasaan, cuekin aja!"
Ketika melihat anaknya menangis
Saat jam temu wali dan santri selesai.
Kejadian yang menurut sang orang tua terlalu sering terjadi.

Brak!
Mobil ditutup keras dan melaju cepat meninggalkan si anak

Miris.
Karena nyatanya jarak yang menjauh dan waktu yang berkurang dengan anaknya
Tak mampu membuatnya paham
Bahwa tangis anaknya
Bukan karena malas, untuk kembali menuntut ilmu.
Bukan karena malas, untuk berjuang.
Melainkan sebuah tangis menuntut kebersamaan.

Mobil terus melaju.
Seolah menghempas memori dan melelapkan ibu dari aktivitas nya.
Lelap.

Jauh ditempat yang ditinggalkannya,
Mungkin mata si anak terus memerah, mengembang, dan berkaca.
Menahan tangis dan rindu yang tak berkesudahan.
Serta merajut harap prestasi yang mungkin
Mampu mengantarkan perasaan sang ibu untuk sampai pada rasanya.

Teruntuk adik ku najla yg sedang berjuang menuntut ilmu di pesantren.
Jaga air mata mu ya dek.
Kami sayang kamu dan rindu kamu juga