April 07, 2016

tapi, aku siapa?

Aku tak pernah meminta terlibat
pertama kali mendengar konfirmasi tentang apa yang aku fikirkan ttg kalian dr kalian sendiri
adalah pukulan yang berat untuk ku

kau tau kenapa, kawan?
ini bukan kali pertama untuk ku
tapi kenapa lagi lagi aku

Sang Maha Agung, mempercayai ini sebagai tugas ku
tugas seorang kawan, sahabat, dan saudara
untuk mengingatkan
untuk mengarahkan
atau bahkan mengiringi perjuangan kalian


tapi aku siapa?
aku cuma manusia biasa
ada deru haru yang luar biasa setiap kali mendengar kalian bercerita
batin ku seolah paham dan mengerti bagaimana batin kalian berteriak
pikiran dan logika ku seolah berkonsolidasi yakin
yakin punya jalan keluar
yakin bisa menyelesaikan tugas ku

padahal, aku siapa?
aku seolah menuhankan diriku,
merasa pantas jadi bagian dari cerita perjuangan kalian
aku seolah meninggikan derajatku
hanya karena merasa pernah mengalami luka itu
aku seolah berlari kanan dan kiri mengajari
seolah berbagi adalah kepiawaian ku

padahal dari setiap raut yang coba ku jajaki
air mata kalian terus mengebiri
dan sukma ku terus teririsi oleh setiap pedih yang diwarisi

teman, hari ini ku putuskan untuk tak lagi di tengah
biarkan aku menjadi air
yang setiap kali kau mengarus bersama ku
kita akan menuju muaraNya

muara yang kusebut ilmu
muara yang kusebut amal
dan kubiarkan semua cerita kalian ada di muara ku
di muara hati dan pikiran ku

untuk kalian,
kututup tulisan ini dengan doa dalam syukur ku
syukur karena doa ku terdengar oleh-Nya
agar kalian kembali ke jalan-Nya

dan maaf jika hantaran doa ku
terjawab oleh-Nya dalam bentuk pedih
yang amat melukai hati kalian