Juli 12, 2016

Inspirasi dari nenek

Tulisan ini terinspirasi ketika melihat seorang nenek, yg sering kutemui ketika berjalan lewat jalan belakang dekat rumah, ia sudah cukup renta. namun asumsiku kurang diperhatikannya oleh keluarganya ataupun tetangga terdekatnya. Sehingga tiap kali bertemu ia selalu pada posisi yg sama. Bersandar di tempat tinggalnya dan menebar senyum untuk mendapat sapa.
Hari itu aku berhenti, untuk sekedar berbagi senyum

Terimakasih nek, sudah memberi inspirasi. Sehat selalu buat nenek..

======

Badan terhuyung
Bersandar pada tembok keras tempat nafas hari hari berhembus
Mata menyalak meracau pandangan sekitar
Melihat pada setiap lalu lalang wajah sumringah
menebak nebak
hati mana yang lebih lapang
Jiwa mana yang lebih tenang
Senyum mana yang lebih luang
Dan Telinga mana yg lebih tertantang
Pada pandang atas langit

Sungging di cecar bercahaya
Pada wajah rana yg masih berkutat
Menumpahkan Isak, racau batin, kutat pikir dan sesak harap

Wajah wajah sumringah lalu lalang
tak mampu menangkap sinyal itu
pandang mereka cuma terhenyak pada
hingar bingar dan merdu melodi diujung jalan
yang entah dimana ujungnya

mereka sering lupa
Bahwa wajah rana yg mencecar sungging inilah
yang lebih paham apa yg akan mereka temui di depan sana
Lalu mengapa tak mampu berhenti?