#CatatanPerjalanan
#CeritaWarungKopi
Dan lain lain yg gue lupa hashtag nya
Baru saja sy berada di perjalanan dari Pasar Minggu ke Dharmawangsa, kebetulan balik kerja saya ada agenda kumpul brsama tmn2 Band Jamzsession di daerah Dharmawangsa.
Kali ini kondisinya berbeda, cuaca hujan ketika saya keluar kantor. Lalu lintas dr atas grabbike sepanjang perjalanan terlihat padat. Bahkan macet.
Kondisi yang sama terlihat di sekitar kemang ketika saya melewati nya. Suasana keramaian malam yg mulai terasa dari ramainya lampu-lampu tempat makan yg berada dikanan kiri jalan.
Dibelokan saya terhentak.. Ada sekumpulan orang-orang yg memainkan musik. Gemerincing Kletek kletek dumplak dumpluk trus terdengar, saya perhatikan dengan seksama sekumpulan remaja itu terus bermain musik. Mereka adalah kelompok pengamen ondel-ondel. Di ujung barisan paling belakang dua ondel-ondel trus berjoget, bahkan kakinya dimasukan dlm genangan air hujan. Badannya bergoyang bergembira bermain dlm genangan becek air hujan tersebut.
Pemandangan ini sontak membuat saya bertekad menuliskan cerita ini disela-sela saya menahan haru dlm perjalanan di atas grabbike. Apa alasannya?
Teman, buat saya mereka Pemenang.
Secara tidak langsung mereka membuat saya malu dengan diri saya sendiri.
Teringat ketika diri sering kali menyatakan malas bergerak saat hujan turun.
Teringat ketika diri mengumpat dalam kemacetan di sela hujan turun.
Teringat ketika penyakit menjadi alasan terbesar untuk bersembunyi dari kewajiban,
Dan banyak hal lainnya
Yg membuat saya merefleksikan diri.
Kita sering kali menghakimi masyarakat dari kalangan seperti pemain ondel-ondel ini.
Padahal tanpa kita pernah pahami dan ketahui lebih jauh,
Mereka pun jadi bagian sebuah perjuangan untuk dirinya, keluarganya atau juga negaranya.
Mereka adalah pemenang yang tak pernah memadamkan api harapan dalam diri mereka sendiri, ketika cibir kanan kiri melambat laju mereka.
Mereka adalah pemenang yang merdeka atas segala pernyataan malas yg ingin diungkapan untuk diri sendiri.
Mereka adalah pemenang yang mampu berjuang dalam kondisi tersulit apapun ketika harap dan mimpi itu nyata jauh di angan.
Teruntuk saudara ku yg berjuang dalam hal apapun.
Jangan pernah menyerah.
Teruntuk para pengamen ondel-ondel yg menginspirasi ku dlm perjalanan kemarin.
Semoga hanturan rizki dan semangat tak kunjung putus Allah berikan dlm setiap nadir perjuangan kalian. Terimakasih.
Hari ini gue baru kembali. Kembali dari perjalan luka 4 tahun lalu milik seseorang.
yg gue telusuri untuk coba membantunya menyembuhkan lukanya.
Gue seolah olah tau, apa obatnya.
Gue seolah olah tau, bagaimana Perjalanannya
Dan parahnya, Gue seolah olah paham sudut pandangnya.
Tapi setiap orang memang punya jalan ceritanya sendiri. Gue memang tau dan paham dr sudut pandang gue. Tapi gue pun belajar untuk tau dan paham dr sudut pandangnya.
Gue cuma jembatan, yg dia mungkin bs pahami dia fungsikan bagaimana caranya untuk naik dari jurang atau bagaimana melewati jurang yg terjal.
Tp lagilagi. Hidup adalah ttg pilihan.
Pilihan bagaimana kamu bs beranjak naik keluar dari jurang atau memilih terbenam jauh kedasar jurang untuk selalu melihat bahwa matahari itu ada, krn selalu mendapat cahayanya, Tanpa pernah naik keatas untuk tau seperti apa hangatnya.
Dear, selamat berjalan menjauh dr pelik luka nya. Karena hari ini, ia telah masuk dalam perjalanan roda ikhlas. Dimana ia mungkin paham pada akhirnya bahwa ada masa dimana kau harus ada, agar dia paham apa itu rumah. Dan kepada siapa ia harus bertaruh harap untuk bisa pulang.
Joe, maaf untuk penat yang belum tersisihkan.
Maaf untuk luka yg tergores lebih dalam.
Aku tak kan kemana-mana.
Aku masih dalam perjalanan mengobati luka.
Entah untuk siapa.
Joe, bawa aku pulang
Alhamdulillah 2015 dilalui dengan penuh luar biasaaaaa..
Banyak resolusi 2015 yg akhirnya tercapai jg di 2015.
Jd untuk 2016 ini saya tuliskan 2 resolusi yg belum tercapai untuk bismillah akan tercapai ditahun ini.
Resolusi Fenty 2016
1. nikah
2. Umroh