Juli 20, 2016

Perjuangan dalam hati

Hai yang maha mengetahui
Kamu tahu aku luar biasa sedang berjuang
Berjuang melawan hal hal yg beberapa kali
Sering datang menghantui ku

Haruskah aku kalah?
Aku tak ingin kalah
Haruskah aku menangis?
Aku tak pantas lagi lagi menangis

Engkau yg paling tau
Bagaimana racau perjuangan yg menghampiri ku
Kadang aku hampir tertawa bahagia
Mengebiri
Menguliti
Mencabik-cabik
Mereka yang sering kali jd penat ku
Namun tak pernah lengah
Untuk terus mendoakan ku

Aku bukan penjahat
Aku tak ingin jadi penjahat
Jangan biarkan Tuhan
Setan ini
Membuat ku khilaf

Juli 18, 2016

Hujan

Hujan
Mengapa kamu tak pernah cermat
pada langkah penuh harap
yang pekat dan melekat
akan mimpi yang mendekat
sudah hinggap
dan sigap di dekap

Hujan
Jangan jatuh, sebentar saja
Agar aku mampu melihat jelas.
Agar mimpiku tak terhapus tangis langit mu

Hujan
Jangan jatuh, sebentar saja
Agar mampu ku pastikan, mimpi ku tetap bercahaya meski semesta tak mampu percaya

Fenty
2016.07.13

Pengagum dalam hening

Malam itu aku menulis tentang hatiku.
Yang pernah diam diam mengagumi dalam hening
Tak ku sangka malam ini, hening bukan milik ku semata.
hening juga milik mereka yang pandai menyusun aksara.

Sebuah persembahan dari teman-teman
CS writing's Club yg terpapar dalam hening di lingkar rasa tulisan.

---------------------


aku hening.
yang terus mengagumi mu
meski kau tak pernah bergeming
meski berjalan beriring
senyum mu pun enggan kau sungging.

Tertawa hanya dalam kosakata
Yang tak pernah nyata
Meski telah membuka mata
tetap tak mampu berkata
Bahwa aku bukan
Mata mata

Ini Aku hening
Yang hanya
Berkata
untuk sungging mu semata

Fenty 2016.07.18

--------------------
Dalam heningku
ingin kuenyahkan bayangmu
yang kian mengganggu
walau kau membisu

Dalam heningku
kusadari satu
Cinta bisa menipu
sebelum kabur dan meninggalkan pedihnya sembilu

Dalam heningku
Memang hanya Dia yang Satu
Hanya Dia yang Maha Tahu
di balik hati yang kian membeku...

("Dalam Hening" - random nyomot satu kata dari puisi Fenty)

Ruby Astari - 2016.07.18

-------------------

"#KemudianHening"

Aku.
Lalu Kamu Datang.

Ramai.
Kita Berkicau.

Sampai.
Dia Menyusul.

Kemudian Mereka Berkumpul.
Kemudian,

Hening.

Sibuk Dengan Diri.
Masing-Masing Terasing.

Taufan - 2016.07.18

Juli 12, 2016

Inspirasi dari nenek

Tulisan ini terinspirasi ketika melihat seorang nenek, yg sering kutemui ketika berjalan lewat jalan belakang dekat rumah, ia sudah cukup renta. namun asumsiku kurang diperhatikannya oleh keluarganya ataupun tetangga terdekatnya. Sehingga tiap kali bertemu ia selalu pada posisi yg sama. Bersandar di tempat tinggalnya dan menebar senyum untuk mendapat sapa.
Hari itu aku berhenti, untuk sekedar berbagi senyum

Terimakasih nek, sudah memberi inspirasi. Sehat selalu buat nenek..

======

Badan terhuyung
Bersandar pada tembok keras tempat nafas hari hari berhembus
Mata menyalak meracau pandangan sekitar
Melihat pada setiap lalu lalang wajah sumringah
menebak nebak
hati mana yang lebih lapang
Jiwa mana yang lebih tenang
Senyum mana yang lebih luang
Dan Telinga mana yg lebih tertantang
Pada pandang atas langit

Sungging di cecar bercahaya
Pada wajah rana yg masih berkutat
Menumpahkan Isak, racau batin, kutat pikir dan sesak harap

Wajah wajah sumringah lalu lalang
tak mampu menangkap sinyal itu
pandang mereka cuma terhenyak pada
hingar bingar dan merdu melodi diujung jalan
yang entah dimana ujungnya

mereka sering lupa
Bahwa wajah rana yg mencecar sungging inilah
yang lebih paham apa yg akan mereka temui di depan sana
Lalu mengapa tak mampu berhenti?


Juni 27, 2016

Izinkan saya meninggalkan rasa

Hai Allah,
Saya hari ini baru aja bantu bantu sedikit teman-teman yg mengadakan acara bakti sosial untuk Adik-adik korban penggusuran di wilayah penjaringan.
Allah, semangat menggebu-gebu saya sering kali luntur di lokasi acara kegiatan.
Terlalu banyak moment yg membuat ku ingin teriak.
Teriak pada diriku sendiri atau pun sekitar ku
Allah, rasanya  terlalu banyak ketidakadilan yg ku lihat
Aku takut ya Allah,
Aku takut menjadi salah satu bagian dr yg zhalim.
Mengapa ku katakan begitu?
Karena sampah sampah yg menghimpit lingkungan mereka, bisa jadi adalah sampah yg ku hasilkan.
Dan ide penggusuran mereka juga bisa jadi adalah ide ide kami manusia kota, yg selalu ingin lingkungan kami rapih, teratur, tanpa pernah sadar bahwa sesungguhnya Kamilah yg seringkali tak teratur.
Salah satu hal paling pedih hari ini
Ketika ku lihat, adik adik memungut beras yg berjatuhan dr plastik yg bolong dan langsung memakannya dengan amat antusias.
Ya ilahi.  Ku kira pemandangan seperti itu hanya ada di film. Tapi itu terpampang dimata ku.
Aku masih menangis saat menuliskan cerita ini.
Ya Allah,
Atas setiap rasa yg selalu terbawa saat berbagi, kumohon padamu
Kuat kan jiwa ku saat berhadapan pada mereka yg butuh dampingan senyum ku
Tarik sudut-sudut bibir ku ke atas saat menyapa mereka
Genangkan dalam hatiku tetes-tetes air mata yang siap jatuh
Dan ku mohon, kesampingkan rasa ku, sementara saja. Hingga mereka tersenyum kembali
Aku ingin mengasihi tanpa mengasihani
Semoga seluruh tindakan ini cukup hanya untuk hati Mu
Istiqomah kan aku ya Allah,

ketika adik yg sedang berebut beras distop dan difokuskan kembali ke fokus kegiatan

ketika mendengarkan salah satu kakak yg melakukan ice breaking 

Juni 23, 2016

Pria

Pria
Sebuah kata sederhana
Yang seringkali membuat kompleks pemikiran wanita
Sampai hari ini
Aku masih dibatas belajar memahami manusia
Termasuk memahami pria

Dari kecil, 
tak mudah buat ku untuk mengenal pria
Jarak ku bentangkan amat jauh ketika mereka mendekat
Bahkan rasa, ku tutup dengan pekat tak bermakna
Padahal hingga hari ini
Aku masih belum beranjak lupa
Semua nama pria yg ku kagumi dan ku harap ada rasa untuk ku
Karena semua cerita tentang mereka
Cuma mampu ku rekam dalam benak dan dalam angan rindu

Hari ini aku sudah beranjak mengenal mahluk tuhan satu ini
Aku memiliki banyak sekali teman-teman pria
Meskipun tetap saja aku belum masuk pada tahap
Memiliki Pria sebagai teman hidup 

Tapi untuk ku itu lebih dari cukup saat ini
menyayangi mereka sebagai teman 
cukup membuat ku bermetamorfosis paham tentang mahluk ini
Dari yang sebelumnya aku tak pahami, jauhi, bahkan cukup ku takuti

Tapi tetap saja
Menurut ku Pria jauh lebih sulit diterka karakternya dibandingkan wanita
Wanita pada umumnya sama.
Mereka cukup mampu berkomunikasi dengan baik
Sedangkan pria, seringkali berharap wanita memahami mereka
Tapi sangat amat sulit untuk berbicara
mengenai hal hal yang mereka hadapi,
hal hal yang mereka lewati
dan hal hal yang mereka ingin sampaikan

Sedangkan disatu sisi
Kami para wanita diharapkan tidak terlalu agresif ketika kami jatuh hati
Tapi juga kami tak pernah diberitahu mengenai alasan apa yang membuat pria berada disamping wanita,
Bersedia mendengarkanya bercerita, berusaha membuatnya ceria
Dan sebagainya

Oke anggap saja, mereka yg kutemui memang se pengecut itu untuk ungkapkan isi hati
Tapi ku beritahu kamu, pria!
jangan pernah membiarkan wanita didekat mu menangis. Jangan pernah.

Teringat cerita seorang teman wanita yg baru baru ini menangis krn berakhirnya hubungan yang mereka bina selama 4 tahun. Si pria begitu saja mengungkapkan untuk mengakhiri hubungan mereka. Lantas mengapa setelah 4 tahun?
Mengapa setelah si wanita itu bertahan di keterasingan hubungan?

Pria
Mahluk yg katanya mengandalkan logika
Tak pernahkah logika mengantarkan mu pada pemikiran bahwa berjalannya waktu selalu membuat wanita makin jatuh cinta?
Tak pernahkah logika mengantarkan mu untuk tidak memulai ragu?
tak pernahkah logika mengantarkan mu untuk paham
Bahwa ada separuh jiwa  yang hilang disaat kau menghilang?
Atau tak pernahkah logika mengantarkan mu untuk paham
Bahwa wanita pun berhak bahagia

Teruntuk teman musik ku yg baru saja patah hati
Kau seorang wanita, 
jangan biarkan tangis mu mewarnai jiwa  mu,
Biarkan logika mu mengantarkan mu pada sebuah pecah hati yg retak hingga halus berdebu
Tertiup angin
Dan meninggalkan ruang kosong dalam jiwa mu
Sehingga pria pria dengan logika dan jiwa yang baik
Siap hadir mengisi relung hati dan jiwa mu
Dalam langkah tawa dan senyum bahagia selamanya

Dear CJ, keep smile!




Juni 20, 2016

Ku kira ada

"Fen, menurut lo cinta itu apa sih?"
Dan
Saya menjawab
"Waduh, lo nanya ke orang yang salah. Gue sampai hari ini masih belajar buat percaya cinta"
====
Hari ini aku beritahu kamu,
Diskusi panjang kita hari itu membuat ku hampir percaya bahwa
Cinta itu memang ada

Tapi lagi lagi
Cinta cuma hampir ada

Kamu terlalu cepat beranjak
Tanpa sebuah makna
Meninggalkan kembali sebuah tanda tanya
Yang berkutat pada spekulasi

Selamat Kamu bahagia

Kukira tawa itu milik kita

-----
Stories of plastik Chiki dan gorden warteg masih ada cerita kah?