Mei 30, 2016

Rapal kepulangan

Ketika kepulangan ku
Hari ini
Bersambut rapal sial dr wajah dan mulutnya

Ketika kepulangan ku
Malam ini
Bersambut sesak pikiran

Ketika kepulangan ku
Saat ini
Bersambut syukur cilaka yg tidak terjadi

Penat ku kembali teriris
Putaran neuron otak ku kembali dilanda badai
Ada haru sesal
Atas usaha menstabilkan nya
Ada haru sesal
Kembali melihatnya
Ada haru sesal
Atas setiap ketidakpuasan yg terdengar
Ada haru sesal
Atas setiap usaha yg gagal
Ada haru sesal
Atas setiap keputusan
Ada haru amat dalam sesal
Kembali
Melihatnya
Kecewa
Atas ku

Ibu, maafkan aku.
Aku pun pasrah atas tiap
Rapal hujat
Yg kini kau lantunkan untuk ku

Aku tak tau banyak cara
Yg ku paham
Rapal lafadz dan sujud
Obat dr ku untuk mu

Bagaimana aku iri?

Kamu tau.
Bagaimana aku iri
Iri pada bagaimana semua yg bahagia
Bahagia katanya pilihan
Tp kamu tahu ketika aku memilih untuk bahagia?
Aku tak bahagia
Hingga tulisan ini dituliskan
Aku masih tak paham
Bagaimana neutron neutron dalam otak ku sibuk bekerja
Sibuk dengan segala spekulasinya
Sibuk dengan segala ekspektasinya
Sibuk dengan segala ilmu nya
Serta sibuk dengan segala pahamnya
Memahami bahwa ini semua atas Izin-Nya

Aku tak punya harap apapun untuk ku di dunia ini
Aku tak punya ingin apapun untuk ku lagi di dunia ini

Mei 24, 2016

Sukma pada sukma

Tik..tik..
Gerimis memercik
Pada sebuah baris yg sedang tersadur meringis

Langit seolah ikut berempati
Pada sukma yg sedang merintih
Karena ada Sukma yg sedang mengadu
Pada sukma yg sedang sendu

Ku tengok langit
Ia menyendu
Tp ia tak sudi meraung

Langit.
Tersenyumlah
Bintang ada disini mewarnai gelap mu
Dan mentari siap menyambut mu
Untuk bercahaya
Untuk berenergi
Untuk menghangatkan
Setiap dingin
Hati
Yg kau temui

--------
Narasi yg ditulis setelah saling mendengar
seorang teman baru berinisial A bercerita.
Sebuah bentuk penguatan
Untuknya tetap berjuang,
Mengeksplorasi diri
Karena yakin misteri indah
bersembunyi dan siap untuk dinanti

-----------

Mei 20, 2016

Siapa saya

Nama gue fenty. Gue wanita dengan sejuta kegiatan. dgn semangat yang tak pernah padam. Meskipun kadang kecewa memendam dan Rana meradang. Fenty tetap punya seribu cara berdendang, serta menantang tanpa pernah terhadang

April 17, 2016

Asing

Tulisan ini ku tulis saat
Engkau memanggil kami untuk melaksanakan kewajiban kami di bumi ini
Batin ini begertak luar biasa
Namun keterasingan ini pun
Masih sama
Mewacana

Dear Allah, istiqomah kan saya.
Amin

April 11, 2016

Cerita dalam abstraksi kata edisi pesantren

Ada tangis yang mengawal perjuangan
Ada waktu yang tertukar oleh ilmu
Ada kebersamaan yang terganti harap mandiri

Sang orang tua berteriak
"Kebiasaan, cuekin aja!"
Ketika melihat anaknya menangis
Saat jam temu wali dan santri selesai.
Kejadian yang menurut sang orang tua terlalu sering terjadi.

Brak!
Mobil ditutup keras dan melaju cepat meninggalkan si anak

Miris.
Karena nyatanya jarak yang menjauh dan waktu yang berkurang dengan anaknya
Tak mampu membuatnya paham
Bahwa tangis anaknya
Bukan karena malas, untuk kembali menuntut ilmu.
Bukan karena malas, untuk berjuang.
Melainkan sebuah tangis menuntut kebersamaan.

Mobil terus melaju.
Seolah menghempas memori dan melelapkan ibu dari aktivitas nya.
Lelap.

Jauh ditempat yang ditinggalkannya,
Mungkin mata si anak terus memerah, mengembang, dan berkaca.
Menahan tangis dan rindu yang tak berkesudahan.
Serta merajut harap prestasi yang mungkin
Mampu mengantarkan perasaan sang ibu untuk sampai pada rasanya.

Teruntuk adik yg sedang berjuang menuntut ilmu di pesantren.
Jaga air mata mu ya dek.

April 07, 2016

tapi, aku siapa?

Aku tak pernah meminta terlibat
pertama kali mendengar konfirmasi tentang apa yang aku fikirkan ttg kalian dr kalian sendiri
adalah pukulan yang berat untuk ku

kau tau kenapa, kawan?
ini bukan kali pertama untuk ku
tapi kenapa lagi lagi aku

Sang Maha Agung, mempercayai ini sebagai tugas ku
tugas seorang kawan, sahabat, dan saudara
untuk mengingatkan
untuk mengarahkan
atau bahkan mengiringi perjuangan kalian


tapi aku siapa?
aku cuma manusia biasa
ada deru haru yang luar biasa setiap kali mendengar kalian bercerita
batin ku seolah paham dan mengerti bagaimana batin kalian berteriak
pikiran dan logika ku seolah berkonsolidasi yakin
yakin punya jalan keluar
yakin bisa menyelesaikan tugas ku

padahal, aku siapa?
aku seolah menuhankan diriku,
merasa pantas jadi bagian dari cerita perjuangan kalian
aku seolah meninggikan derajatku
hanya karena merasa pernah mengalami luka itu
aku seolah berlari kanan dan kiri mengajari
seolah berbagi adalah kepiawaian ku

padahal dari setiap raut yang coba ku jajaki
air mata kalian terus mengebiri
dan sukma ku terus teririsi oleh setiap pedih yang diwarisi

teman, hari ini ku putuskan untuk tak lagi di tengah
biarkan aku menjadi air
yang setiap kali kau mengarus bersama ku
kita akan menuju muaraNya

muara yang kusebut ilmu
muara yang kusebut amal
dan kubiarkan semua cerita kalian ada di muara ku
di muara hati dan pikiran ku

untuk kalian,
kututup tulisan ini dengan doa dalam syukur ku
syukur karena doa ku terdengar oleh-Nya
agar kalian kembali ke jalan-Nya

dan maaf jika hantaran doa ku
terjawab oleh-Nya dalam bentuk pedih
yang amat melukai hati kalian