April 01, 2021
"Dokki" MY Speaker
Januari 29, 2021
Trampoline, terapi dan bahagia!
Pernah ada masa
Januari 23, 2021
nasi goreng dan cukup
Januari 06, 2021
aku jatuh cinta lagi
langit Indah
dan aku yang penuh harap
malam itu ku sampaikan pada mata nya
aku tak ingin kehilangannya
ku tutup mataku
dan ku sampaikan pada Tuhan
Tuhan aku sungguh menginginkannya
dalam hati aku menangis
Tuhan bagaimana jika ia tak ada esok pagi
pergantian tahun penuh hening
tapi kepala dan mimpi penuh iming
tentang harapan dan ingin
Dear you,
I wrote this with all of my heart
I trully tell you
that I do love you
i miss you
would you mind to hug me again
for forever
I dont dare to leave you
for you B,
I love you. do you?
Desember 23, 2020
terlewati
aku melewati 3 musim
untuk memahami
bahwa kamu
terlalu berharga untuk ku lewati
jika pernah ada kata ku yang menyakiti
semoga itu tak kan terulang pada ia
yang berharga
di kemudian hari
aku sungguh
tak ingin terlewati
dan melewati kembali
aku kini
ingin pun merasa berharga
entah dengan siapapun nanti
fenty
22 12 20
untuk siapapun yang pernah ku lewati
atau pernah melewati ku
selamat ulang tahun, aku!
terimakasih telah bertahan menjalani hari hari penuh perjuangan hingga hari ini
aku ingin menyebutmu pengecut.
tapi kau tau? mereka yang bertahan pada ketakutannya bukanlah pengecut. mereka pemberani, begitupun kamu!
terimakasih sudah baik baik saja.
Mei 29, 2020
if you could see me now
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow?
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
-if you could see me now lyrics, song by the script-
sebuah lagu yang buat gue nangis tiap kali dengerin.
lagu ini cukup kena dalam bagian kehidupan gue.
cukup menggambarkan harapan gue beberapa tahun lalu saat punya impian jadi dikenal orang
dulu gue pernah malu punya nama fenty dan fam asnath. dimana anak2 kampung sekitar rumah gue gak ngerti bedanya asmat sama asnath. lalu mereka cuma ngeledek gue adalah bagian dr suku asmat itu yg gak pake baju. which is yang kalo gue pikir2 skrg gakpapa juga sih. sampai pada akhirnya mikir, gimana kalo set cita-cita jadi newscaster aja, dimana tv akan menuliskan nama gue lengkap beserta fam gue. gak akan ada yang malu. bahkan gue berdoa semoga ketika itu kesampaian bapak gue, dimanapun ia berada saat itu bisa tau kalo itu gue anaknya.dan kita akan ketemu. dan orang-orang yang menjauhi gue padahal gue saudaranya akan bangga menceritakan diri gue ada di tipi.
itu khayalan pertama gue, sedangkan khayalan kedua gue adalah berhasil masuk indonesian idol atau ajang bakat apapun itu yg kelak akan ada segmen dimana mereka kasih kejutan akan hadirkan bokap nyokap gue dibangku penonton.
sedxangkan beberapa kali menang lomba nyanyi nasyid antar masjid sampai tingkat kecamatan, lomba puisi sampe tingkat kotamadya, menjadi pemenang 20 terbaik sejakarta, hadiahnya bahkan bisa ajak orangtua jalan2 keliling kepulauan seribu. tapi ibu atau bapak gue gak ada disana, dibangku penonton, memberi tepukan dan teriak "thats my kid" even I know for sure doa doa mereka hadir ditiap keberhasilan gue bahkan hingga hari ini. bahkan yang nemenin gue jalan2 dr hadiah lomba gue itu adalah guru seni musik gue di sma. gue inget bagaimana beliau nyuapin gue makan ikan bakar dipinggir laut. terharu karena dia bukan orangtua gue tapi mau nyuapin gue dengan tangannya. dan terharu, mom, if you are here.
bu ibu, jangan terlalu banyak kerja lah. gue pribadi saat itu ingin sekali teriak.
"mah gak usah kerja, gue gak peduli sekolah dan gak peduli jadi orang miskin asal lo bisa nenmenin gue ngadepin semua ini gak sendirian"
tapi apapun itu,
Would you call me a saint or a sinner?
Would you love me a loser or winner?
if you could see me now, im proud to be your kids.
Dear Mom and Dad!


