Agustus 25, 2019
Sinkronisasi
Agustus 10, 2019
Adu rayu versi aku
Agustus 03, 2019
Melawan ketakutan ku
Juli 22, 2019
Stop isi kepala mu
Juli 16, 2019
Geng
Juni 24, 2019
Berjuang sepenuh hati
Ada abang gojek, ada tukang pecel ayam, ada pemulung dan ada dia, yang saya temui di waktu 3/4 malam untuk berjuang mencari nafkah.
Hari ini dan 3 minggu kedepan saya libur bekerja. Tapi saya masih menerima penghasilan dari pekerjaan saya sebagai guru.
Melihat sosok "diam" ini membuat saya mikir. Kok mau sih, dia bergaya diam didepan indomaret sampai jam segini. Saat itu pukul 2 dini hari. Saya menemukannya di depan indomaret saat ada acara keluarga. Sebagai informasi, teknik yg ia gunakan untuk mencari nafkah dinamakan statis. Sepengalaman saya latihan teater, Statis adalah salah satu teknik yg cukup sulit untuk dipelajari. Bagaimana kontrol nafas yg cukup, melawan emosi diri dan gerak untuk diam yg cukup panjang tidak lah mudah.
Dan dia memilih itu untuk dijadikan usaha mencari nafkah. Meskipun sebagian yg lain mencibir. (Kok masih muda diem gitu aja sih, kata sebagian dari mereka yg "sok tau").
Teman teman menurut gue, Untuk bisa berjuang dalam hidup salah satunya adalah dengan menjalani sepenuh hati.
Mungkin ia mencintai hal itu. Dan senang melakukan nya. Yahh biarkan saja toh itu hak nya. Tak usahlah kita adili dengan komentar2 yg mungkin justru akan membuat semangatnya mengendur.
Sama halnya seperti ketika saya sering kali ditanya orang2 terdekat, gak mau cari kerjaan lain.. Lo kan pinter, lo kan bakat, gaji guru kan kecil.. And the bla bla bla sejuta ribu alasan lain yg bikin gue merasa apa yg gue perjuangkan tak ada artinya.
Tapi mereka yg bertanya gak pernah tau..
Ada anak-anak yg bahkan tumbuh tanpa mengenal kasih sayang orangtuanya. Dan berharap kasih sayang dari lingkungan sekitarnya. Terutama dari lingkungan sekolahnya. Dan tersenyum hadir memeluk saya di setiap pagi dan memanggil saya ibu guru..
Dekapan yang membuat saya rindu
Dan merasa berarti
Yang harganya tak pernah bisa dibeli dengan uang!
Yang membuat saya kuat berjuang sepenuh hati.
Lalu pantaskah kami kami masih diadili?
Kalo kamu, apa alasan mu berjuang?
April 26, 2019
AVENGERS END GAME (THIS IS NOT SPOILER)
haloo.. tumben ya gue nulis hal hal yang lagi in. hahaha
tapi tenang ini bukan spoiler. saat ini gue berada di sebuah mall, menunggu satu jam kedepan untuk nonton avengers end game. dapet posisi paling depan dan mepet kiri, dan nonton sendirian. alhamdulillah.. (selalu ada kesempatan buat bersyukur), karena itu satu2nya yang tersisa dari 6 studio yang ada disini sampai yang jadwalnya tengah malem. uwow gak?
btw, avengers ini seru ya. bukan, bukan tentang film nya. tapi tentang momennya. saat ini banyak sekali gue liat ayah bunda yang dateng bareng sama anak-anaknya, selain itu gue liat juga ada bbeberapa anak yang lagi merengut sedihh gak kebagian tiket. gue bersyukur itu terjadi, karena beberapa dari mereka langsung menuju restoran atau cafe untuk makan, sebagai pengalihan ke-bete-an anaknya. what a good moment to family spend time! orangtua jadi punya waktu buat duduk, makan, memperhatikan emosi anaknya, membantu menstabilisasi kekecewaan anak, dan berdiskusi banyak hal tentang mereka. hal ini pasti akan membuat ikatan batin orangtua dengan anak akan lebih baik, dan orangtua akan lebih mampu mendampingi perkembangan anak (tentunya kalo gak sekali hal ini dilakukan dan gak pas anak lagi bete aja).
karena jujur, biasanya gue lebih sering liat kondisi bioskop-bioskop yang penuh dengan muda-mudi/pasangan lagi gandengan tangan (red-jomblo iri), atau abege lucu yang menghabiskan waktunya cuma buat kumpul sama temen2 se-Geng karena orangtuanya gak punya waktu membersamai mereka.
ironi. padahal orangtua adalah sosok pahlawan (avengers) sesungguhnya dalam hidup anaknya.
hal lainnya, avengers juga menyatukan moment-moment kebersamaan sekaligus apresiasi, karena film ini keluar di masa setelah ujian nasional, jadi ada beberapa orang tua yang menjanjikan menikmati film ini bersama anak-anaknya pasca ujian selesai.
tapi ada yang perlu diperhatikan orangtua nih, bahwa, sebaiknya saat menemani ananda menonton, orangtua juga membantu mengarahkan hal2 yang baik dan yang buruk sebagai bahan diskusi saat menonton (tapi gak berisik ganggu studio) ataupun setelahnya. jadi, harapannya, mereka gak cuma inget adegan-adengan berantem, atau selalu memvisualisasikan dirinya sebagai enemy atau pahlawan, tapi jauh dari itu, mereka mampu memahami hal-hal baik dan esensial untuk diaplikasikan dalam hidupnya. contohnya adengan saat iron man sedih gak bs deket sama ayahnya, dan menyesal gak bisa minta maaf sama ayahnya.. (eh spoiler)
btw, selamat menonton ayah bunda atau siapapun kamu, yang hari ini sedang membaca postingan saya!
selamat meluangkan waktu bersama keluarga, teman, gebetan, atau dengan dirimu sendiri!
HAPPY WEEKEND!
princess pamit, mau nonton duluuu..
babay
oh iya, kamu bisa ceritain momen nonton bareng keluarga yg sampe hari ini masih kamu inget dan bikin kamu berkesan di kolom komentar dibawah.. kita sharinng!
